Pusat Data Nasional Kena Serangan Siber Gegara Password Bobol, Ini Kata Menkopolhukam
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto menyatakan serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) berawal dari pembobolan kata sandi (password).
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto usai rapat koordinasi (rakor) yang membahas serangan ransomware ke PDNS 2 pada Senin (1/7/2024) di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta Pusat.
“Dari hasil forensik kami sudah bisa mengetahui bahwa siapa user (pengguna) yang menggunakan paswword-nya dan akhirnya terjadi permasalahan-permasalahan yang sangat serius ini,” katanya.
Baca Juga
DPR Ungkap Negara Berpotensi Rugi Rp 20.000 Triliun Akibat Peretasan Pusat Data Nasional
Sayangnya, Hadi enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pengguna yang dia maksud. Apakah dari 282 instansi pemerintah pengguna PDNS 2 atau pengelola yang meliputi PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) dan PT Lintasarta Aplikanusa (Lintasarta).
Sebagai upaya pencegahan, Kemenkopolhukam akan mengeluarkan surat edaran terkait dengan kata sandi. Dia meminta pembuatan kata sandi untuk keperluan layanan publik atau terkait penyimpanan data instansi pemerintah tidak boleh sembarangan.
“Penggunaan password oleh para user ini juga harus tetap hati-hati, tidak sembarangan dan akan dimonitor oleh BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara),” ujar Hadi.
Sayangnya, lagi-lagi Hadi tak memberikan penjelasan lebih lanjut soal pemantauan kata sandi untuk keperluan layanan publik atau terkait penyimpanan data instansi pemerintah oleh BSSN. Namun yang jelas, pusat data pemerintah akan dipantau khusus dan terhubung dengan pusat kendali BSSN di Ragunan, Jakarta Selatan.

