Gapki: Petani Swadaya Penentu Kesuksesan Hilirisasi Sawit di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai petani swadaya memiliki peran penting dalam menentukan kesuksesan hilirisasi sawit di Indonesia. Pasalnya, petani kelapa sawit swadaya mengelola sekitar 40% dari total perkebunan kelapa sawit nasional.
Ketua Bidang Agro Industri Gapki, Rapolo Hutabarat menyebutkan, pada akhirnya hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi industri kelapa sawit. Sebab, sangat penting untuk meningkatkan kemampuan para petani swadaya ini dalam menjawab permintaan pasar global.
“Jadi sebenarnya hilirisasi yang menjadi tantangan adalah petani swadaya yang 40% tadi. Selain itu juga bibit yang bersertifikat dan terjangkau harganya. Karena bibit secara komersil sangat mahal,” kata Rapolo Hutabarat dalam "Investortrust Focus Group Discussion," yang digelar di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Lebih lanjut Rapolo menyebutkan, faktor yang tidak kalah pentingnya adalah pupuk bersubsidi bagi petani sawit. Menurutnya, kalau ketiga komponen itu bisa diterima dan diaplikasikan oleh para petani swadaya terhadap 16,38 juta hektare lahan, maka perusahaan swasta akan bisa mencapai 6-7 ton minyak sawit per hektare per tahun.
“Indonesia secara nasional rata-rata 3-4 ton, tapi kalau kita lihat petani swadaya itu masih di bawah 3 ton. Dengan luasan eksisting 16,38 juta hektare, yang dimiliki petani 40%, itu adalah seluas 6,5 juta hektare,” papar Rapolo.
Rapolo meyakini, seandainya petani swadaya bisa menerapkan pertanian yang baik, serta mendapat bibit bersertifikat dan pupuk yang terjangkau harganya, maka target 100 juta ton sawit di 2045 bisa tercapai.
“Tadi disampaikan bagaimana kita mencapai 100 juta ton di 2045? Sebenarnya sangat sederhana. Barangkali luas lahan yang ada sekarang itu kalau dipotret kembali mungkin sudah 20 juta hektare. Dengan produktivitas 5 ton saja sudah selesai itu barang 100 juta ton,” sebut dia.

