Gandeng Petani Swadaya, Cara Astra Agro (AALI) Percepat Replanting Sawit
JAKARTA, investortrust.id – Emiten kelapa sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mempercepat program replanting atau peremajaan tanaman kelapa sawit dengan cara menggandeng petani sawit swadaya.
CEO PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa, mengatakan pihaknya siap membiayai program replanting, hingga tanaman sawit memasuki masa produksi normal, sehingga tidak bergantung pada dana hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
"Manajemen perusahaan prinsipnya siap menjadi mitra petani tanpa harus menggunakan dana BPDPKS tapi dari sumber lain dengan rate yang relatif tak memberatkan petani," katanya di acara Talk to The Chief Executive Officer (TCEO) di Banding, Minggu (19/02/2024).
Santosa mengatakan, persoalan yang dihadapi dalam meremajakan tanaman sawit petani swadaya, selain faktor legalitas lahan juga terbatasnya sumber permodalan petani.
Baca Juga
Manfatkan Teknologi Digital, Astra Agro (AALI) Permudah Pembelian Sawit Petani
Dalam program peremajaan sawit petani swadaya, lanjutnya, pemerintah melalui BPDPKS telah mengalokasikan dana hibah peremajaan sawit rakyat (PSR) sebesar Rp 30 juta/hektare.
Dikatakannya, dana sebesar itu hanya cukup untuk pengadaan bibit dan "land clearing" atau pembersihan lahan padahal tanaman harus dipelihara, dikelola optimal hingga produksinya optimal.
Menurut dia dana yang diperlukan untuk menghasilkan buah sawit mampu menghasilkan produktivitas tinggi yakni 20 - 25 ton tandan buah segar (TBS), setidaknya Rp 120 juta/hektare.
Baca Juga
Astra Agro (AALI) Tebar Dividen Interim Rp 157 Miliar, Cek Jadwalnya Guys!
Biaya ini di luar kebutuhan cost off living atau biaya hidup petani yang tanaman sawitnya diremajakan untuk masa 7 tahun hingga bisa berproduksi.
Santosa menambahkan petani yang bermitra untuk peremajaan tanaman sawit harus memenuhi legalitas lahan, lokasi perkebunannya dalam radius 20 km dari kebun perusahan serta dalam satu hamparan minimal 500 hektare.
Sebelumnya Santosa menyatakan pihaknya telah mengembangkan program digitalisasi melalui Aplikasi Sistem Informasi Kemitraan (SISKA) 2.0 untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sehingga meningkatkan pendapatan petani, sekaligus memperkuat program kemitraan dengan petani plasma.
Melalui program digitalisasi, tambahnya, setiap tindakan petani dalam meningkatkan sistem budidaya guna meningkatkan produktivitas optimal, bisa terpantau.
"Langkah kami memprioritaskan buah dari masyarakat ini juga menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung usaha petani sawit,” katanya. (ant).

