Kementerian PU Siapkan Jurus Ini buat Atasi Defisit 36% Air di Bendungan Jawa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk menjaga ketersediaan air di bendungan yang mengalami penyusutan akibat kemarau berkepanjangan. Langkah ini dilakukan menyusul kondisi 36% bendungan di Pulau Jawa yang mengalami defisit air akibat fenomena El Nino.
"Iya, sebenarnya kalau bendungan-bendungan karena kemarau ya terus terang aja kan menyusut, ya kan? Masalah air dan sebagainya. Nah, untuk kali ini, kita sedang upayakan untuk modifikasi cuaca sehingga ya untuk menjaga ketersediaan air di masing-masing bendungan tadi," kata Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti saat ditemui di Auditorium PU, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga
Resmikan 5 Bendungan, Prabowo Komitmen Mengabdi kepada Bangsa dan Rakyat
Selain modifikasi cuaca, Kementerian PU juga akan mengidentifikasi kebutuhan penyelesaian bendungan yang belum rampung untuk persiapan anggaran pada 2028.
"Nah, ke depan, bendungan-bendungan yang belum jadi, kami juga perlu identifikasi ya kira-kira apa saja yang mesti diperlukan untuk tahun 2028. (Tahun anggaran) 2027 sebenarnya sudah ada alokasinya. Namun, untuk 2028 tentunya harus kita persiapkan mulai dari sekarang dan itu segera kita tuntaskan," jelas Diana.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU Adenan Rasyid menambahkan, pemerintah juga akan mengatur pola operasi waduk untuk menjaga ketersediaan air di musim kemarau ini.
"Di samping seperti Ibu Wamen sampaikan tadi bahwa kita mengadakan operasi modifikasi cuaca untuk menambah air melalui catchmentarea, juga kita membuat pola operasi waduk. Jadi, di setiap bendungan itu ada pola operasi minimal, nah itu yang kita atur sehingga kebutuhan-kebutuhan yang memang menjadi proses pertama itu menjadi prognosis awal kita," terang Adenan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, sebanyak 36% bendungan di Pulau Jawa mengalami defisit air akibat El Nino. Selain itu, sebanyak 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa turut terdampak kondisi tersebut.
"El Nino, 36% bendungan di Jawa defisit. Kemudian 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa terdampak, dan beberapa bendungan lainnya di luar Pulau Jawa mengalami kekeringan," kata AHY dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Swasembada Air Nasional di kantornya, Jakarta, Kamis (15/10/2026) lalu.
Baca Juga
AHY menjelaskan, perubahan iklim dan cuaca ekstrem menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air nasional. Kondisi tersebut dapat memicu kekeringan ketika fenomena El Nino bertepatan dengan musim kemarau panjang.
"Ketika hujannya berlebih kita menghadapi banjir, bencana hidrometeorologi. Ketika El Nino berhimpit dengan kemarau panjang, kita menghadapi kekeringan. Bahkan dampaknya pada kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Pemerintah menyoroti kondisi tersebut sebagai tantangan dalam menjaga ketersediaan air, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah ancaman kekeringan.
