Kementerian PUPR Optimalkan Bendungan Pengga untuk Air Baku Sirkuit Mandalika
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Pengga, untuk mendukung kebutuhan air baku di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Bendungan ini telah dibangun sejak tahun 1991 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Sesuai kebijakan OPOR (Operasi Pemeliharaan Optimalisasi dan Rehabilitasi), penting adanya pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun dengan baik, agar dapat terjaga manfaatnya. Dengan demikian, nilai aset yang telah terbangun dapat dimanfaatkan dengan maksimal," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Rabu (21/02/2024).
Pembangunan bendungan dan embung sebagai tampungan air, lanjut Basuki, juga merupakan salah satu upaya nyata untuk mengatasi ancaman perubahan iklim. Ini terutama menghadapi cuaca ekstrem.
"Untuk menghadapi ancaman perubahan iklim (climate change), Pemerintah Indonesia harus memperbanyak tampungan air (reservoar), baik embung maupun bendungan. Kami utamakan bendungan, agar di saat kemarau masih ada cadangan air yang cukup besar, dan di musim hujan, mampu menjadi tampungan yang efektif menahan debit banjir," kata Menteri Basuki.
Baca Juga
Volume 21 Juta M3
Bendungan Pengga yang berada di Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB ini dimanfaatkan untuk menghantarkan air menuju KEK Mandalika dan daerah pendukung di sekitarnya, termasuk kawasan Sirkuit Moto GP Mandalika. Air baku dari Bendungan Pengga dibawa menggunakan intake yang telah selesai dibangun dengan sistem pompa berkapasitas 150 liter/detik.
''Air baku Bendungan Pengga dipompa menggunakan dua pompa untuk mendorong laju air baku menuju KEK Mandalika. Pembangunan booster pump ini mengingat elevasi KEK Mandalika lebih tinggi dari Bendungan Pengga,'' ujar Menteri Basuki.
Selanjutnya, air didistribusikan dengan jaringan Pipa HDPE sepanjang 24.150 km yang juga telah selesai dibangun pada 2022. Intake dengan sistem pompa Bendungan Pengga dapat digunakan secara bergiliran selama 24 jam.
''Bendungan Pengga merupakan bendungan lama yang telah dibangun sejak tahun 1991, dengan volume 21 juta m3. Bendungan memiliki kapasitas air baku sebesar 1.000 liter per detik yang bersumber dari bendungan lain, yakni Bendungan Batu Jai yang berasal dari DAS Dodokan,'' ujar Menteri Basuki.
Selain bendungan sebagai penyuplai air baku, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Ditjen SDA, juga menyelesaikan pembangunan kolam retensi sebagai daya dukung pengendalian banjir di dalam maupun di sekitar Sirkuit MotoGP Mandalika.
''Kolam retensi dibangun tidak jauh dari sisi barat sirkuit untuk menampung air, khususnya saat musim hujan, dengan kapasitas lebih dari 9.000 m3. Dalam kondisi normal (tidak sedang hujan) kolam seluas 4.680 m3 ini menampung air 4.679 m3,'' ungkap Menteri Basuki.
Kolam retensi ini juga didukung dengan dua kolam sedimen dengan kapasitas tampung sebesar 1.586 m3. Kolam sedimen ini sudah berada pada level maksimal sehingga akan dikeruk dengan alat berat yang telah disiapkan.
Selain itu, dibangun saluran air menuju ke muara yang lokasinya tidak jauh dari sisi sirkuit. Dengan panjang saluran sekitar 162 m2, air hujan akan dialirkan langsung ke arah muara sungai dan tidak menggenangi kawasan sirkuit.
''Apabila terjadi hujan deras telah disiapkan mobile pump dengan kapasitas 250 liter per detik. Ini untuk menarik air dari kolam retensi langsung dialirkan ke saluran yang tersedia,'' tutur Menteri Basuki.

