Gelontorkan Rp 19,34 Miliar, PUPR Rampungkan Infrastruktur Air Baku Mempawah
MEMPAWAH, Investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur penyediaan air baku di Mempawah, Kalimantan Barat, untuk menunjang Pelabuhan Internasional Kijing. Proyek ini menelan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran (TA) 2022-2024 sebesar Rp 19,34 miliar.
Direktur Sistem dan Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air, Birendrajana mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut guna menjamin ketersediaan air baku untuk berbagai keperluan sesuai dengan jumlah dan kualitas air yang dibutuhkan secara efisien dan berkelanjutan. Penyediaan air baku tersebut, lanjut dia, turut menunjang beroperasinya Pelabuhan Internasional Kijing dan sekitarnya yang mencakup wilayah Desa Sungai Duri II, Desa Bukit Batu, dan Desa Budung.
"Tidak hanya itu saja, penyediaan baku ini bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi Pelabuhan Internasional Kijing dan masyarakat sekitarnya dengan debit sebesar 100 liter/detik," kata Birendrajana dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (24/6/2024).
Baca Juga
Kementerian PUPR Optimalkan Bendungan Pengga untuk Air Baku Sirkuit Mandalika
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak, Pramono turut menyampaikan, penyediaan air baku dilaksanakan dengan lingkup pekerjaan meliputi, bangunan intake tipe kanal (60 x 5 x 5,5 meter), pompa sentrifugal 2 unit, rumah pompa 1 unit, rumah jaga 1 unit, bak/kolam 1 unit, Pipa High-density polyethylene (HDPE) sepanjang 5,2 km yang berdiameter 400 mm atau 16 inci.
Pramono menambahkan, saat ini juga telah menyiapkan trase rencana alternatif pipa air baku serta pengajuan usulan penyempurnaan kegiatan penyediaan Air Tanah dan Air Baku untuk TA 2025 berupa penyediaan air baku Pelabuhan Internasional Kijing dan sekitarnya untuk menuntaskan konstruksi sesuai desain, pengamanan untuk air baku, dan landscaping. "Anggaran yang dibutuhkan untuk penyempurnaan air baku tersebut senilai Rp 10 miliar," sambung dia.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menuturkan, keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing dan masyarakat sekitar di Kabupaten Mempawah agar segera ditopang dengan infrastruktur lainnya seperti akses jalan yang baik dan kebutuhan sumber daya air.
"Untuk itu dengan keberadaan pelabuhan yang ditopang infrastruktur pendukung lainnya, diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutup Lasarus.

