Volume Air di Bendungan Pulau Jawa Turun 19%, Kementerian PUPR Lakukan Modifikasi Cuaca
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan El Nino berdampak pada penurunan volume tampungan air bendungan di Pulau Jawa sekitar 19% atau sebesar 981,5 juta meter kubik air.
Terkait hal ini, Kementerian PUPR melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengisi 43 bendungan di Pulau Jawa yang mengalami penurunan daya tampung akibat El Nino.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, TMC yang sering dilakukan oleh BMKG juga bertujuan untuk mengisi bendungan dan mengurangi risiko hujan atau banjir di berbagai tempat.
“Dengan teknologi modifikasi cuaca kita bisa memonitor berapa kubik air yang kita dapat,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/6/2024).
Baca Juga
Jokowi Resmikan Bendungan Sepaku Semoi untuk Jamin Pasokan Air Bersih di IKN
Basuki menyampaikan, salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan dari penurunan volume air ini adalah berkurangnya pasokan air untuk irigasi, yang pada gilirannya akan mengurangi luas lahan yang dapat diairi pada musim tanam.
Pelaksanaan TMC terbagi menjadi tiga posko, yakni Posko 2 di Bandung untuk 8 bendungan, Posko 3 di Solo untuk 23 bendungan, dan Posko 4 di Malang untuk 12 bendungan.
Sementara itu, operasi TMC ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Melalui TMC ini diharapkan dapat mengatasi defisit volume tampungan dan memastikan ketersediaan air selama Masa Tanam II, sehingga petani tetap bisa panen dan rencana layanan irigasi untuk Masa Tanam III dapat ditingkatkan.
Baca Juga
Menteri Basuki: Bendungan Ameroro Sultra Tingkatkan Volume Tampungan Air
TMC ini direncanakan dilakukan dengan 1-3 sorti (penerbangan) per hari, menggunakan 800 kg garam food grade dalam setiap penyemaian. Garam food grade digunakan supaya tidak mencemari lingkungan.
Sejauh ini, kegiatan TMC telah dilaksanakan sejak pada 1 - 5 Juni 2024 dengan hasil terjadi hujan di sekitar 22 bendungan dari target 43 bendungan, yaitu Bendungan Jatiluhur, Kedung Ombo, Wadaslintang, Logung, Gembong, Sanggeh, Cipancuh, Bolang, Banyukuwung, dan Panohan.
“Kemudian di Grawang, Randugunting, Gunung Rowo, Gondang Lamongan, Prijetan, Telaga Ngebel, Rancabereum, Malahayu, Lodan, Cacaban, Wonorejo dan Pacal,” ucap Basuki.

