Bappenas Dorong Integrasi Pengelolaan Darat dan Laut, Lima Dokumen Strategis Resmi Diluncurkan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian PPN/Bappenas mendorong pengelolaan bentang darat dan laut dilakukan secara terpadu. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menyelaraskan kepentingan lingkungan, masyarakat, dan kegiatan ekonomi.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo mengatakan, ekosistem darat, pesisir, dan laut saling terhubung. Karena itu, perencanaan dan kebijakan tidak dapat dilakukan secara parsial.
Hal tersebut disampaikan dalam SOLUSI Day: Integrasi Darat dan Laut untuk Indonesia Tangguh dan Lestari di Jakarta, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat sipil.
Dalam kegiatan itu, lima dokumen strategis hasil kajian Proyek SOLUSI turut diluncurkan. Dokumen tersebut mencakup indikator pengelolaan darat-laut terintegrasi, pengarusutamaan gender, bioprospeksi, pendanaan inovatif, serta masterplan Regional Padagimo di Sulawesi Tengah.
Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Permana Yudiarso mengatakan, integrasi tersebut penting karena aktivitas di darat dapat berdampak langsung terhadap ekosistem laut.
Baca Juga
Proyek SOLUSI Siapkan Investasi Hijau 2,8 Juta Euro hingga 2028
“Melalui Proyek SOLUSI yang berdampak terhadap lebih dari 5 juta jiwa penduduk, kita dapat melihat perencanaan di darat tidak bisa berdiri sendiri tanpa memperhatikan ekosistem laut,” tegasnya.
Salah satu dokumen yang diluncurkan adalah indikator pengelolaan darat-laut terintegrasi sebagai instrumen pemantauan lintas sektor dan wilayah. Indikator tersebut mencakup konektivitas darat-laut, tata kelola inklusif, pembangunan berkelanjutan, serta ketahanan masyarakat dan ekosistem.
Sekadar informasi, Proyek SOLUSI juga mengembangkan kajian bioprospeksi untuk mendorong pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung ekonomi hijau dan biru sekaligus memastikan pembagian manfaat bagi masyarakat pemilik pengetahuan.
Implementasi Proyek SOLUSI dilakukan melalui tiga lokasi percontohan di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah. Konsorsium berharap pembelajaran dari wilayah tersebut dapat menjadi dasar penguatan pengelolaan bentang darat dan laut secara terpadu di tingkat nasional dan daerah.
