Gedung GMP Bakal Dimanfaatkan BGN, Telkom: Peluang Revenue Baru dari Layanan Digital Terbuka
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyambut positif rencana pemanfaatan gedung Graha Merah Putih (GMP) oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Optimalisasi aset properti tersebut dinilai dapat membuka peluang bisnis baru, termasuk melalui penyediaan layanan konektivitas dan solusi digital TelkomGroup.
Rencana pemanfaatan GMP disampaikan BGN melalui surat resmi kepada Telkom. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya TelkomGroup mengoptimalkan aset properti melalui skema bisnis yang wajar dan proporsional secara Business to Business (B2B), dengan tetap mengedepankan ketentuan serta tata kelola yang berlaku.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan bentuk leveraging asset yang berpotensi menghadirkan sumber bisnis baru bagi TelkomGroup. “Bagi TelkomGroup, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan bentuk leveraging asset yang dapat menghadirkan peluang bisnis baru, termasuk melalui penyediaan layanan konektivitas dan solusi digital unggul dari yang kami miliki,” ujar Dian melalui penjelasan resminya.
Baca Juga
TelkomProperty Optimalkan 3.010 Aset, 50% Sudah Berhasil Di-leverage
Menurut Dian, optimalisasi GMP juga menjadi bagian dari penataan dan klasterisasi kebutuhan ruang kerja di lingkungan TelkomGroup. Transformasi yang terus dijalankan TelkomGroup menjadi momentum untuk memetakan kembali fasilitas dan lokasi kerja sesuai karakteristik serta kebutuhan masing-masing organisasi.
Saat ini, sejumlah unit yang masih berkaitan tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta. Melalui penataan tersebut, Telkom ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih terintegrasi berdasarkan stream masing-masing unit.
“Saat ini, sejumlah unit masih yang berkaitan tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta. Melalui penataan ini, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih terintegrasi sesuai stream masing-masing unit. Harapannya, ini dapat membuat kolaborasi menjadi lebih mudah, proses kerja semakin efektif, dan produktivitas karyawan semakin meningkat,” jelas Dian.
Penempatan ruang kerja dan transisi BGN ke GMP akan dilakukan secara bertahap setelah proses negosiasi dan pembahasan bersama pihak-pihak terkait selesai. Telkom memastikan seluruh proses tetap memperhatikan keberlangsungan operasional dan layanan TelkomGroup sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi karyawan.
Dalam proses perpindahan tersebut, aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan karyawan menjadi perhatian utama. Seluruh proses juga dipastikan berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Ruang Kerja BGN
Dian menjelaskan, berdasarkan hasil survei dan diskusi bersama Telkom, BGN menyampaikan rencana pemanfaatan GMP untuk ruang kerja serta beberapa fasilitas workstation standar. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan setelah proses penataan unit-unit di Telkom dan pemindahan peralatan kerja existing ke lokasi yang telah disepakati bersama.
“Berdasarkan hasil survei dan diskusi bersama Telkom, BGN menyampaikan rencana pemanfaatan GMP untuk ruang kerja serta beberapa fasilitas workstation standar. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan setelah proses penataan unit-unit di Telkom dan pemindahan peralatan kerja existing ke lokasi yang telah disepakati bersama,” lanjut Dian.
Di sisi lain, Telkom tetap melanjutkan program peremajaan Telkom Integrated Operation Center (TIOC) sebagai bagian dari siklus modernisasi teknologi perusahaan.
Program tersebut memiliki perencanaan dan tahapan tersendiri, termasuk adopsi otomasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta penerapan sistem monitoring generasi terkini. Program peremajaan TIOC diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih baik ke depan.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Ungkap Bocoran Dividen Tahun Buku 2026, Rasio Diusulkan Segini
Dian menegaskan, optimalisasi GMP dilakukan sejalan dengan program penataan ruang kerja TelkomGroup yang telah direncanakan sebelumnya. Penataan tersebut diarahkan untuk mengelompokkan unit berdasarkan karakteristik bisnis sehingga setiap unit dapat menempati lokasi yang lebih terintegrasi.
“Penataan ini diarahkan pada pengelompokan unit berdasarkan karakteristik bisnis, sehingga setiap unit dapat menempati lokasi yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, koordinasi dan kolaborasi dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
