Perlu Dimanfaatkan UMKM, Ekonomi Digital RI Melambung 68,83% Jadi USD 130 Miliar
BOGOR, investortrust.id - Ekonomi digital Indonesia melambung 68,83%, menjadi USD 130 miliar tahun ini dibanding pada 2022. Peluang ini perlu dimanfaatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berinovasi dengan menerapkan strategi omnichannel, yang memadukan penjualan luring dan daring.
"Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendorong terciptanya ekosistem perdagangan digital, guna mewujudkan iklim usaha yang nyaman bagi perdagangan digital Indonesia. Kegiatan perdagangan digital selama ini sering dianggap sebagai penyebab lesunya perdagangan luring, itu merupakan paradigma yang keliru," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam keterangan yang dirilis pada Kamis (02/11/2023), usai menghadiri acara di Bogor.
Baca Juga
Wamendag menegaskan, perdagangan digital dapat memberikan peluang bagi pedagang untuk memperluas jangkauan pemasarannya. Itulah sebabnya, pedagang atau pelaku usaha harus mampu memanfaatkan seluruh saluran perdagangan yang tersedia untuk meraih pasar yang lebih luas.
Transaksi Niaga Elektronik Rp 533 T
Wamendag Jerry menjelaskan lebih lanjut, perdagangan digital menunjukkan potensi dan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Nilai transaksi niaga elektronik mencapai Rp 476,3 triliun sepanjang 2022. Bahkan, pada 2023 diperkirakan menembus Rp 533 triliun.
Tidak hanya itu, berdasarkan data yang dihimpun e-Conomy SEA Report, ekonomi digital Indonesia pada 2022 mencapai USD 77 miliar. Angka tersebut diproyeksikan tumbuh menjadi USD 130 miliar pada 2023.
“Perkembangan niaga elektronik (niaga-el) tidak lepas dari dukungan UMKM. Saat ini jumlah UMKM mencapai 64 juta. Adapun UMKM yang sudah onboarding di perdagangan digital sebesar 21 juta, dari 30 juta UMKM yang ditargetkan oleh pemerintah,” ungkap Jerry.
Baca Juga
Jerry menjelaskan, UMKM memberikan kontribusi 97 persen terhadap penyerapan tenaga kerja dan 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Kemendag pun terus mendorong UMKM berkolaborasi dalam membangun ekosistem niaga elektronik melalui lokapasar, ritel modern, dan lembaga pembiayaan.
Wamendag menuturkan, terdapat beberapa program digitalisasi yang dikembangkan Kemendag. Pertama, pendampingan bagi UMKM onboarding di platform digital melalui kegiatan pelatihan. Kedua, digitalisasi pasar rakyat UMKM dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sarana pembayaran.
Ketiga, sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP) pada 567 pasar rakyat pantauan, yang tersebar di 441 kabupaten/kota. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 610 pasar rakyat pantauan di 514 kabupaten/kota pada 2023.
Keempat, penataan dan penguatan regulasi terkait niaga elektronik. Hal ini dilakukan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.
Wamendag juga menjelaskan terkait perkembangan neraca perdagangan. Neraca perdagangan Indonesia per September tercatat surplus USD 3,42 miliar. Hal tersebut menjadikan neraca perdagangan Indonesia surplus selama 41 bulan berturut-turut. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia dari Januari sampai dengan September 2023 berhasil mencatatkan surplus senilai USD 27,75 miliar.

