Kemenko Perekonomian: Momentum Pengembangan Industri Kendaraan Listrik Perlu Dimanfaatkan
JAKARTA, investortrust.id - Asisten Deputi Bidang Pengembangan Industri Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian Eko Harjanto mengatakan Indonesia perlu memanfaatkan momentum untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. Ini didukung oleh ekosistem dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.
“Industri kendaraan listrik Indonesia saat ini mendapatkan momentum yang baik dengan didukung kondisi Indonesia yang merupakan produsen bahan mineral logam nikel terbesar di dunia,” kata Eko di acara Investortrust Future Forum: Menggali Potensi Besar dan Masa Depan Mobil Hidrogen, di Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Langkah ini, kata Eko, didukung komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi karbon sesuai Paris Agreement pada 2060. Dia mengatakan targetnya, penggunaan minyak dan gas bumi akan berkurang pada 2030 mendatang dengan penerapan efisiensi energi.
“Ini dilakukan dengan peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) penerapan teknologi bersih untuk pembangkit listrik dan penggunaan electric vehicle,” ujar dia.
Baca Juga
Konsistensi Indonesia Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik
Eko mengatakan industri otomotif di Indonesia bertumbuh. Industri alat angkutan mencatatkan dan tumbuh positif selama 10 kuartal berturut-turut sejak kuartal-II 2023.
“Pertumbuhan industri alat angkut tumbuh sebesar 7,63% dengan kontribusi terhadap PDB nasional 1,51%” kata dia.
Saat ini, kekuatan industri otomotif di Indonesia didukung oleh sekitar 26 perusahaan. Saat ini, industri kendaraan bermotor roda empat dengan total kapasitas produksi sebanyak 2,35 juta unit per tahun.
“Industri otomotif ini telah menyerap tenaga kerja langsung 38.000 orang serta lebih dari 1,5 juta setengah juta orang yang bekerja di sepanjang rantai pasok otomotif dari tier 1 hingga tier 3,” ujar dia.
Berdasarkan data Gaikindo pada kuartal-I 2024, penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih tercatat sebanyak 215.998 unit. Walaupun angkanya mengalami kontraksi sebesar 0,31% yoy dibandingkan dengan kuartal-I 2023.
“Sedangkan ekspor jumlah mobil yang diekspor pada kuartal-I 2024 sebesar 108.251 unit,” ucap dia.

