Soal Kelanjutan Diskon Tarif Listrik, Kemenko Perekonomian: Masih Dikaji
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Susiwijono Moergiarso mengungkapkan pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih mengkaji pemberian stimulus diskon tarif listrik kepada masyarakat pada kuartal III dan IV 2025.
"Ya, itu masih dalam proses ya, teman-teman PLN kan juga (mengkaji)," ucap Susi di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Susi menilai, pemberian diskon tarif listrik yang sudah pernah dilakukan oleh pemerintah pada awal 2025 memberikan dampak yang positif untuk masyarakat. Namun untuk kali ini, ia belum bisa memastikan apakah kebijakan tersebut akan dilanjutkan atau tidak.
Baca Juga
Hemat Jutaan, Promo Kemerdekaan PLN Kasih Diskon 50% untuk Tambah Daya
Pasalnya, menurut anak buah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto ini, pemberian diskon tarif tol kepada masyarakat harus dikaji secara mendalam, dan melihat bagaimana porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Jadi pasti harus perlu kajian lebih mendalam. Karena itu nanti kan bagi pemerintah ya kantong (anggaran) kiri-kanan kan, karena ada subsidi kompensasi di sana jadi tetap harus dikaji. Faktanya di Januari, Februari kemarin sangat efektif, dua bulan pertama di 2025," terangnya.
Baca Juga
PLN Siap Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Akselerasi Pemanfaatan EBT
Meski belum dapat dipastikan, Susi tak menampik pemberian diskon tarif listrik tersebut merupakan salah satu stimulus ekonomi yang menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan konsumsi serta daya beli masyarakat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negeri.
"Tapi sebenarnya semua itu kan cerita dari tadi, program stimulus ekonomi, satu untuk menjaga demand, satu supply tadi. Jadi memang itu yang menjadi kunci bagaimana kita mendorong konsumsi, menjaga daya beli, dan konteksnya mempertahankan yang share-nya, porsinya 55% tadi (konsumsi rumah tangga)," papar Susi.

