Kemenko Perekonomian: Indonesia Berpotensi Kembangkan Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen
JAKARTA, investortrust.id - Asisten Deputi Bidang Pengembangan Industri Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian Eko Harjanto mengatakan Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan kendaraan berbahan bakar hidrogen.
"Indonesia memiliki modal yang kuat untuk pengembangan hidrogen, yaitu potensi sumber daya EBT yang melimpah, komitmen indonesia dalam mitigasi iklim global, dan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di jalur perdagangan internasional,” kata Eko di acara Investortrust Future Forum: Menggali Potensi Besar dan Masa Depan Mobil Hidrogen, di Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Eko mengatakan pengembangan kendaraan berbasis hidrogen dapat dimanfaatkan untuk transportasi massal dan angkutan. Ini karena hidrogen penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar tidak banyak menghasilkan emisi. Ini karena produk sampingan hidrogen berupa air.
“Hidrogen fuel cell jadi solusi bersih dan potensial bagi sektor transportasi Indonesia,” ujar dia.
Baca Juga
Eko mengatakan, pengembangan kendaraan berbahan bakar hidrogen tidak hanya digunakan untuk mobil pribadi. Dia mengatakan pengembangan bahan bakar ini dapat diarahkan untuk kendaraan angkutan massal dan berat, seperti bus dan truk.
“Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memetakan potensi hidrogen rendah karbon untuk transportasi,” kata dia.
Eko mengatakan, berdasarkan perhitungan Kemenhub, sebagian bus akan mulai beralih ke hidrogen pada 2040. Permintaan awal hidrogen yang diperlukan diperkirakan 6 GWh atau 0,21 juta ton hidrogen.
“Penggunaan ini akan berlanjut dengan 20% bus menggunakan hidrogen,” ujar dia.
Sementara itu untuk truk, kata Eko, penggunaan hidrogen di sektor ini diperkirakan akan mencapai 161 GWh atau 4,88 juta ton hidrogen pada 2040.
Baca Juga
Pemerintah Ungkap Strategi Hidrogen Nasional, 4 Sektor Ini Jadi Perhatian
“Untuk kereta api, PT KAI memiliki rencana pengembangan kereta api dengan mengganti lokomotif dengan kereta rel listrik yang dikembangkan dengan hidrogen atau baterai,” ujar dia.
Melihat kondisi ini, Eko mengatakan Indonesia memiliki peluang dalam mengembangkan hidrogen dalam mendukung transisi energi dan dekarbonisasi sistem energi global. Ini ditandai dengan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah dan komitmen Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim global.

