Pabrik Pelumas Pertamina di Jakarta Berkapasitas 270 Juta Liter, Ekspor Tembus 16 Negara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Lubricants mengandalkan Production Unit Jakarta sebagai salah satu fasilitas produksi pelumas terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 270.000 kiloliter (KL) atau sekitar 270 juta liter per tahun.
Manager Production Pertamina Lubricants Unit Jakarta Dody Arief Aditya mengatakan, fasilitas tersebut tidak hanya digunakan untuk memproduksi pelumas cair, tetapi juga memiliki sejumlah plant pendukung, termasuk fasilitas produksi grease dan viscosity modifier (VM).
“Paling besar ada di Jakarta, kapasitasnya adalah 270.000 KL atau 270 juta liter 1 tahun untuk pelumasnya. Di pabrik ini ada tiga plant lainnya. Yang pertama adalah grease. Grease adalah family dari pelumas, bedanya kalau grease adalah padat, kalau pelumas itu cair,” ujar Dody saat media visit ke PT Pertamina Lubricant Production Unit Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga
Selain fasilitas utama tersebut, Production Unit Jakarta juga memiliki viscosity modifier (VM) Plant yang berfungsi mendukung proses produksi pelumas. Dody menjelaskan, secara umum bahan baku pelumas terbagi menjadi komponen berbasis hidrokarbon, seperti base oil dan additive, serta material non-hidrokarbon berupa kemasan.
Salah satu keunggulan Pertamina Lubricants adalah adanya dukungan pasokan base oil dari kilang Pertamina. Sekitar 60%-70% kebutuhan base oil untuk Production Unit Jakarta dipasok dari kilang Pertamina sendiri.
“Jadi ada dua kilang yang mensuplai base oil ke Production Unit Jakarta yaitu base oil grup 3 atau yang lebih dikenal dengan synthetic oil. Ini dipakai untuk produk-produk high tier kita, Fastron, Enduro series itu kebanyakan menggunakan synthetic oil, disuplai oleh kilang RU II Dumai. Yang kedua adalah base oil grup 1. Ini yang paling banyak kita gunakan sebenarnya atau kita sebut mineral oil itu disuplai oleh kilang Cilacap,” jelasnya.
Menurut Dody, keberadaan sumber pasokan base oil dari kilang domestik memberikan keunggulan dari sisi keamanan pasokan material utama. Selain base oil, Pertamina Lubricants juga memiliki fasilitas produksi additive melalui VM Plant di Production Unit Jakarta. Fasilitas serupa juga dimiliki Production Unit Gresik.
Pertamina Lubricants juga memiliki fasilitas Mini LOBP (Lube Oil Blending Plant) di Jakarta. Namun, kapasitas fasilitas ini jauh lebih kecil dibandingkan LOBP utama, yakni hanya sekitar 3.000 KL. Dody mengatakan, kapasitas tersebut memang sengaja disesuaikan karena Mini LOBP difokuskan untuk memproduksi pelumas yang ditujukan ke pasar ekspor.
“Kalau yang di LOBP utama kita itu kapasitasnya 270 juta liter atau 270.000 KL, maka yang di sini hanya 3.000 KL. Kenapa kecil? Karena plant ini sebenarnya difokuskan untuk men-support produk-produk yang kita ekspor,” sebut Dody.
Pertamina Lubricants saat ini telah mengekspor produknya ke 16 negara. Karakteristik pasar ekspor yang beragam membuat produk yang dikirim harus disesuaikan, termasuk dari sisi label dan kemasan.
Baca Juga
Pertamina Dorong Suplier Perkuat Keselamatan dan Rantai Pasok
“Produk ekspor ini unik, paling tidak secara bahasa kan beda. Label yang ada di produk itu pasti beda-beda. Yang untuk Jepang beda, untuk China beda, untuk kawasan lain juga beda,” kata Dody.
Menurut dia, volume ekspor yang masih relatif kecil membuat produksi produk tersebut di fasilitas utama kurang ekonomis. Karena itu, Pertamina Lubricants menyediakan Mini LOBP yang secara khusus menangani kebutuhan pasar luar negeri.
“Jadi memang pasar ekspor kita belum sebesar domestik, sehingga kalau kita produksi di plant utama kita itu kurang ekonomis. Nah akhirnya kita buatkan satu plant, Mini LOBP yang memang fokus untuk produk ekspor. Memang overseas (ekspor) kita masih belum terlalu tinggi sekitar 11.000 KL per tahunnya atau sekitar 3%,” tutur Dody.

