Kenapa RI Bangun Pabrik Emas di Gresik Berkapasitas 30 Ton? Ternyata Efeknya Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Langkah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID membangun pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik, Jawa Timur berkapasitas 30 ton, dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat hilirisasi mineral nasional. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA), memperkuat industri nasional, serta mendukung kedaulatan ekonomi Indonesia melalui pengolahan mineral di dalam negeri.
Peneliti senior Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengatakan kebijakan hilirisasi sektor mineral memiliki nilai strategis bagi Indonesia dalam jangka panjang. Selama beberapa dekade Indonesia lebih banyak mengandalkan ekspor bahan mentah untuk memperoleh pemasukan negara dalam waktu cepat.
Baca Juga
"Selama ini kita terbiasa selama berpuluh-puluh tahun menjual barang mentah semata-mata untuk mendapat pemasukan cepat sehingga menambah pendapatan negara," kata Bawono dikutip Kamis (4/6/2206).
Ia menilai pendekatan tersebut kini mulai berubah melalui penguatan program hilirisasi yang mendorong pengolahan komoditas mineral di dalam negeri sebelum dipasarkan. "Mindset itu sekarang beberapa tahun terakhir diubah dengan melakukan hilirisasi. Jadi mineral tambang yang kita miliki tidak serta-merta diekspor dalam bentuk bahan mentah," ujarnya.
Perubahan strategi tersebut penting agar kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar, memperkuat basis industri nasional, serta meningkatkan kemandirian ekonomi.
Bawono menambahkan program hilirisasi emas berpotensi mengikuti keberhasilan hilirisasi nikel yang telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Melalui pengolahan di dalam negeri, nikel tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi menjadi bagian dari rantai pasok industri baterai kendaraan listrik. "Misalnya nikel yang dihilirisasi menjadi baterai kendaraan listrik. Program hilirisasi tentu menghasilkan added value atau nilai tambah bagi bangsa ini," pungkasnya.
Sejalan dengan agenda tersebut, MIND ID memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik. Fasilitas yang dikelola melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton per tahun. Kehadiran fasilitas baru itu akan melengkapi pabrik manufaktur emas logam mulia Antam di Pulogadung, Jakarta, yang saat ini memiliki kapasitas produksi mencapai 40 ton per tahun.
Dalam rantai pasok yang terintegrasi, pasokan emas batangan akan berasal dari tambang emas ANTM di Jawa Barat yang menghasilkan sekitar 1 ton per tahun. Selain itu, pasokan juga akan didukung Precious Metal Refinery PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50 hingga 60 ton per tahun.
Perkuat Ekosistem Bullion Nasional
Dengan dukungan pasokan tersebut, MIND ID menargetkan penguatan ekosistem bullion nasional. Bullion merupakan sistem industri dan perdagangan emas yang terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan, penyimpanan hingga perdagangan logam mulia.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 15.000, Kini Rp 2,759 Juta Per Gram
Penguatan ekosistem ini penting untuk memenuhi kebutuhan emas logam mulia di dalam negeri yang diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.
Pembangunan pabrik manufaktur emas di Gresik juga menjadi bagian dari strategi memperpanjang rantai nilai industri pertambangan nasional hingga menghasilkan produk akhir yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Langkah tersebut semakin relevan karena Indonesia memiliki cadangan mineral yang besar dan kini telah didukung fasilitas pengolahan berstandar internasional di dalam negeri. Dengan integrasi dari sektor hulu hingga hilir, nilai tambah ekonomi dari sumber daya emas nasional diharapkan dapat dinikmati lebih optimal di dalam negeri.

