E-Ticketing Ferizy ASDP Indonesia Ferry Rangkum 1,6 Juta Pengguna
JAKARTA, Investortrust.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggeber transformasi di program digitalisasi penyeberangan, yang salah satunya lewat reservasi online ticketing melalui sistem E-Ticketing Ferizy. Saat ini E-Ticketing Ferizy telah digunakan lebih dari 1,6 juta orang sejak pertama kali diluncurkan tahun 2020.
”Sejak diluncurkan dan diresmikan langsung oleh 3 Menteri yaitu Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, dan Menteri Parekraf, E-Ticketing Ferizy kini menjadi tren baru dengan lebih dari 1,6 juta pengguna yang telah merasakan kemudahan dan kenyamanan menggunakan sistem ini," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (6/10/2023).
Baca Juga
Optimalkan Patimban, ASDP Indonesia Operasikan Trayek ke Pontianak dan Banjarmasin
Pada Agustus 2018, sebelum menggunakan sistem Ferizy, ASDP memulai perjalanan digitalisasi dari segi pelayanan dengan penerapan prepaid card (cashless) pada mesin EDC. Selanjutnya, pada Juni 2019, pengguna jasa dapat membeli tiket di loket pelabuhan dan vending machine. Data manifest diisi dengan menggunakan E-KTP reader dan passport reader.
Berikutnya pada Mei 2020, masyarakat yang ingin menyeberang dari pulau Jawa ke Sumatera dapat membeli tiket di manapun & kapanpun melalui Web & Apps Ferizy, atau melalui Sales Channel Ferizy.
Saat ini, pembayaran dapat dilakukan melalui lebih dari 120+ metode pembayaran mulai dari virtual account, gerai ritel, Internet banking, E-wallet, dan Finpay Code sehingga pengguna jasa dapat menerima E-Tiket secara real time.
Baca Juga
Antisipasi Lonjakan Penonton MotoGP Mandalika, ASDP Tingkatkan Fasilitas
Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir juga memberikan dukungan penuh serta apresiasi terhadap penerapan digital system pada online ticketing Ferizy. "Transformasi yang diterapkan sejumlah BUMN mampu menaikkan revenue secara akumulasi dan pencapaian net income total seluruh BUMN yang menyamai tahun lalu. Padahal situasi kala itu masih pandemi. Hal itu patut kita syukuri," ujar Menteri Erick.
Ia menyampaikan, ASDP menjadi salah satu BUMN yang dipandang berkinerja baik dalam 2 tahun terakhir dan melakukan transformasi bisnis sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Menteri Erick melakukan transformasi terhadap BUMN.
"Pengembangan digital tidak kalah penting apalagi di era disrupsi saat ini menuju teknologi yang semakin canggih dan modern, dan contohnya kita akan terus mendorong teknologi 5G," tutur Menteri Erick lagi.
Pada kunjungan ke Pelabuhan ASDP beberapa waktu lalu, Erick mengungkapkan bahwa inovasi yang dilakukan ASDP telah terbukti mengurai kepadatan di area Pelabuhan khususnya pada peak season.
“Ada terobosan yang luar biasa, salah satunya pada Angkutan Lebaran tahun ini pemudik motor telah tertib membeli tiket ferry via e-ticketing sebesar 95% dan roda empat sebesar 90%. Artinya sudah mulai terbiasa sehingga layanan mudik di lapangan terencana dan terlaksana dengan baik,” katanya.
Jumlah pengguna Ferizy sendiri terus bertumbuh dari tahun ke tahun secara konsisten. Pada tahun pertama diluncurkan, Ferizy memilki 438.108 user hingga 31 Desember 2020. Jumlah tersebut mengalami peningkatkan 81% menjadi 792.808 user pada 31 Desember 2021. Di tahun berikutnya pada periode yang sama, pengguna Ferizy meningkat 67% menjadi 1.178.576 user. Hingga September 2023 kini, jumlah pengguna Ferizy tembus hingga lebih dari 1.600.000 user.
Saat ini terdapat 15 pelabuhan ASDP yang telah menerima layanan reservasi melalui Ferizy yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Lembar, Padangbai, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Jepara, Karimunjawa, Surabaya, dan Madura. ASDP tentunya akan terus berupaya mengimplementasikan system e-ticketing di seluruh cabang pelabuhan agar digitalisasi dapat tersebar secara merata.
