Megawati: Politik Bukan Sekadar Mengejar Jabatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan kadernya untuk menjadikan politik sebagai alat pengabdian kepada rakyat, bukan sekadar sarana mengejar jabatan atau popularitas. Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato politiknya pada peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan pembukaan Rapat Kerja Nasional I Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Megawati menyampaikan bahwa politik merupakan tanggung jawab moral dan sejarah, bukan ruang untuk kepentingan pribadi. Ia mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan agar menjadikan setiap langkah politik sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar upaya meraih kekuasaan.
Baca Juga
PSI Incar Jateng Jadi Kandang Gajah di Pemilu 2029, Begini Respons PDIP
"Seorang pejuang sejati tidak mengejar popularitas, melainkan tanggung jawab; tidak mencari pujian, melainkan pengabdian," kata Megawati.
Megawati menilai politik yang kehilangan dimensi moral akan menjauh dari rakyat dan melupakan tujuan dasarnya sebagai alat untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengembalikan politik pada nilai-nilai gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat.
Megawati juga menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang kader tidak ditentukan oleh banyaknya jabatan yang pernah diduduki. Menurutnya, sejarah akan menilai sikap politik seseorang berdasarkan keberpihakannya pada kebenaran ketika menghadapi ujian.
"Sejarah tidak akan bertanya berapa jabatan yang pernah kalian duduki. Sejarah akan bertanya, di pihak siapa kalian berdiri ketika kebenaran diuji," ucapnya.
Megawati menyerukan agar politik dijalankan dengan kesadaran ideologis dan tanggung jawab jangka panjang. Ia menekankan bahwa politik harus menjadi alat pengabdian kepada rakyat, sekaligus sarana menjaga marwah demokrasi dan nilai-nilai Pancasila.

