Bos Trimegah Asset Ungkap Tantangan Mengejar Target AUM Rp 1.000 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Antony Dirga mengakui, target dana kelolaan alias asset under management (AUM) reksa dana sebesar Rp 1.000 triliun pada 2027 yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lumayan berat. Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para manajer investasi (MI).
“Produk reksa dana dengan kontrak pengelolaan dana (KPD) masih tumbuh, namun memang kita masih sangat sulit menyusul negara-negara lain,” ujar Antony dalam focus group discussion (FGD) bertajuk "Tantangan Industri dan Strategi Mencapai Target AUM Rp 1.000 Triliun” yang digelar investortrust.id di The Convergence Indonesia, Jakarta, Jumat (08/03/2024).
Baca Juga
Indonesia Bisa Segera Capai Target AUM Rp1.000 Triliun, Apabila...
Antony Dirga mengungkapkan, dana kelolaan 93 perusahaan MI pada awal 2024 mencapai sekitar Rp 816 triliun. Angka tersebut masih jauh di bawah target OJK pada 2027 senilai Rp 1.000 triliun.
Berdasarkan data OJK, AUM reksa dana per Februari 2024 mencapai Rp 499,30 triliun, KPD Rp 279,67 triliun, dana investasi real estat (DIRE) Rp 10,33 truliun, rekisa dana penyertaan terbatas (RDPT) Rp 17,29 triliun, efek beragun aset (EBA) Rp 2,15 triliun, serta dana investasi infrastruktur (Dinfra) Rp 7,42 triliun.
"Kalau kita lihat, AUM reksa dana saja serasa terisolasi, kelihatan seolah-olah industri ini tidak ke mana-mana,” tutur dia.
AUM MI, Sejatinya, menurut Antony, AUM industri tumbuh jika digabungkan dengan kontrak pengelolaan dana (KPD). “Sebenarnya masih ada pertumbuhan. Namun ranking secara global masih berat, jauh sekali. Angka Rp 800 triliun dengan KPD kurang lebih hanya US$ 50-60 billion," papar dia.
Baca Juga
Antony Dirga menjelaskan, meningkatkan aset atau dana kelolaan merupakan tantangan besar bagi para MI. Peningkatan AUM bukan semata berkaitan dengan kepentingan para MI,tapi juga kepentingan nasional.
“Bila ingin menuju Indonesia Emas 2045, rakyat Indonesia harus wealthy dan berinvestasi. Untuk berinvestasi dapat diserahkan pada pengelola profesional seperti kami," tegas Antony.

