Bukan Dinasti Politik, Jokowi Disebut TKN Prabowo-Gibran Baru Bangun Keluarga Politik
JAKARTA, investortrust.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan membangun dinasti politik. Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Muhammad Sirod menyatakan, Jokowi baru membangun keluarga dinasti.
Menurut Sirod masyarakat seharusnya memberikan kesempatan kepada Jokowi membangun keluarga politik. Menurutnya keluarga politik adalah hal yang lumrah.
Baca Juga
Ganjar: Kita Lawan Politik Dinasti Yang Kuasai Sepertiga Kekayaan Indonesia
"Kasih kesempatan Pak Jokowi bangun keluarga politik. Orang lain juga punya keluarga politik kok," kata Sirod dalam diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi yang digelar Forum Dialog Nusantara (FDN) di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Rabu (9/2/2024).
Sirod menyatakan, keluarga politik adalah praktik yang biasa terjadi. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara yang sebelumnya terdapat berbagai kerajaan dan kesultanan. Sirod mencontohkan, keluarga politik yang terjadi di PKS.
"Itu dari atas ke bawah, kalau bukan keturunan kiai ini-ini enggak bisa. Bagian yang paling demokratis pun ada keluarga politik dan saya kira itu wajar karena kita bekas kesultanan, bekas kerajaan, kita ini kekuatan dari keluarga-keluarga, kesultanan-kesultanan hebat bergabung," katanya.
Untuk itu, Sirod menilai tidak adil menyerang Jokowi dan keluarganya dengan isu dinasti politik. Apalagi, serangan itu dilancarkan oleh kelompok yang membangun dinasti politik kepada anggota keluarga Jokowi.
"Enggak fair menghajar Gibran, Pak Jokowi, apalagi Bu Iriana," katanya.
Baca Juga
Sirod mengatakan, pihaknya berharap Jokowi tetap netral meski putra sulungnya, Gibran menjadi cawapres Prabowo. Hal ini karena Sirod tidak ingin kemenangan Prabowo-Gibran dituding karena adanya intervensi Jokowi.
"Kalau saya, saya petarung. Enggak mau Pak Jokowi kelihatan berat-berat begitu. Enggak mau Jokowi enggak netral walaupun Pak Gibran ada di situ," katanya.

