Survei Indikator: 42,9% Responden Toleran dengan Politik Dinasti
JAKARTA, Investortrust.id – Hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 27 Oktober hingga 1 November November menunjukkan 42,9% responden toleran atau biasa saja dengan politik dinasti.
Hasil survei ini dipaparkan Direktur Eksekutif lndikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat rilis survei bertajuk “Efek Gibran dan Dinamika Elektoral Terkini”, Minggu (12/11/2023).
“Sebagian besar mengatakan biasa saja, artinya cenderung permissive atau toleran terhadap politik dinasti,” ujar Burhan.
Baca Juga
Survei Indikator: 75,8% Masyarakat Puas Kinerja Presiden Jokowi
Ia melanjutkan tren masyarakat yang menyebutkan politik dinasti sangat mengkhawatirkan dan cukup mengkhawatirkan cenderung menurun.
“Mereka yang mengatakan politik dinasti sangat mengkhawatirkan dan cukup mengkhawatirkan trennya cukup menurun setelah putusan MK. Saya kira ini isu yang cukup menarik perhatian, tetapi ternyata masyarakat kita tidak terlalu memusingkan,” tutur pendiri Indikator Politik Indonesia tersebut.
Dalam survei tersebut, ditunjukkan sekitar 39,2% warga merasa cukup atau sangat mengkhawatirkan dengan kondisi politik dinasti di Indonesia, sedikit menurun dari periode 16-20 Oktober 2023 yang sebesar 47,9%.
Selanjutnya, data menunjukkan, 52,6% responden menyetujui politik dinasti tidak menjadi persoalan selama masih melalui proses pemilu secara langsung oleh rakyat. Di sisi lain, sebanyak 36,3% menganggap politik dinasti akan menghambart demokrasi di Indonesia meski dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu.
Baca Juga
Pilpres 2024 Dinilai Rematch Pendukung Jokowi dan Prabowo, Hanya Berganti Posisi
Mengenai awareness dan dukungan terhadap putusan MK, terdapat kenaikan tren mengenai warga yang mengerti atas putusan MK tersebut. Pada periode 16-20 Oktober 2023 sebanyak 44,9% responden yang mengetahui, sedangkan pada 27 Oktober – 1 November 2023 52,2% responden mengaku tahu. Dari masyarakat yang aware mengenai putusan MK, sebagian responden setuju mengenai hal tersebut.
“Awalnya 44,9% responden mengerti akan karpet merah yang diberikan MK pada Gibran, lalu di survei terakhir naik hingga 52,2%,” ungkap Burhan.
Survei tersebut dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada 27 Oktober – 1 November 2023 dengan melibatkan sejumlah 1.220 responden untuk meninjau peta elektoral setelah pendaftaran capres-cawapres di KPU. (CR-4)

