Litbang Kompas Sebut Efek Jokowi Penyebab Merosotnya Elektabilitas Ganjar
JAKARTA, investortrust.id - Survei yang digelar Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo merosot dibanding survei sebelumnya. Dalam survei pada Agustus 2023, elektabilitas Ganjar berada pada angka 34,1%. Namun, pada survei terakhir yang digelar pada 29 November sampai dengan 4 Desember 2023, elektabilitas Ganjar sebagai capres merosot hingga menjadi 18%.
Bahkan, elektabilitas Ganjar saat ini ditempel ketat oleh capres nomor urut 1, Anies Baswedan yang mendapat elektabilitas 17,4%. Di sisi lain, elektabilitas capres nomor urut 2, Prabowo Subianto melonjak dari sebelumnya 31,3% menjadi 39,7%.
Dengan hasil survei ini, Ganjar yang sebelumnya unggul tipis atas Prabowo dengan selisih 2,8% sekarang posisinya terbalik. Prabowo lebih unggul dengan jarak keterpilihan mencapai 21,7%. Sementara jarak Ganjar dengan Anies makin tipis. Sebelumnya, Ganjar unggul dengan jarak 14,9% atas Anies sekarang menyempit menjadi 0,6%.
Baca Juga
Survei Litbang Kompas: Prabowo-Gibran 39,3%, Anies-Cak Imin Salip Ganjar-Mahfud
Litbang Kompas menyebut melebarnya jarak elektabilitas Prabowo dengan Ganjar tidak terlepas dari pergeseran dukungan yang terjadi pada pemilih PDIP dan pemilih Jokowi. Dikatakan, soliditas dukungan dari pemilih PDIP pada Pilpres 2019 kepada Ganjar yang pada Agustus 2023 mencapai 60,6% sekarang tinggal 40,7%.
Sebaliknya, pemilih PDIP yang memilih Prabowo cenderung meningkat dari sebelumnya 22,1% menjadi 35,1%.
"Dukungan partai-partai koalisi pendukung Prabowo juga semakin solid, rata-rata meningkat signifikan ketimbang Agustus lalu, terutama dari Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Bulan Bintang (PBB)," katanya.
Meningkatnya elektabilitas Prabowo dan turunnya elektabilitas Ganjar juga tak terlepas dari perpindahan dukungan pemilih Jokwoi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Pemilih Jokowi yang pada Agustus 2023 masih dominan memilih Ganjar, saat ini terekam lebih banyak yang memilih Prabowo.
"Pada survei Agustus 2023, simpatisan Jokowi yang memilih Ganjar mencapai 48,1% dan hanya 22,9% yang memilih Prabowo. Sekarang yang terjadi sebaliknya, yang memilih Prabowo 39,8% dan yang memilih Ganjar 27,4%," tulis peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan yang dikutip, Senin (11/12/2023).
Sebaliknya, pemilih yang dalam Pilpres 2019 memilih Prabowo cenderung lebih banyak kembali memilih Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Namun, terdapat sekitar sepertiga pemilih Prabowo yang menjadi pemilih Anies. Prabowo juga mendapat aliran suara terbesar dari kelompok yang tidak menggunakan hak pilih pada Pilpres 2019.
Baca Juga
Survei Cawapres Litbang Kompas: Gibran Ungguli Mahfud MD dan Cak Imin
Selain itu, Prabowo juga mendapatkan aliran suara yang signifikan dari kelompok masyarakat yang merasa puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi. Pada survei Agustus 2023, dari total masyarakat yang puas terhadap kinerja Jokowi, 40,3% memilih Ganjar dan 30,9% memilih Prabowo.
"Sekarang 42,6% memilih Prabowo dan 21,5% memilih Ganjar. Sementara itu, mereka yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi cenderung masih sama dengan sebelumnya, lebih banyak yang memilih Anies dan Prabowo," katanya.
Turunnya elektabilitas Ganjar seiring dengan elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud MD. Pasangan ini sebelumnya
