Survei Cawapres Litbang Kompas: Gibran Ungguli Mahfud MD dan Cak Imin
JAKARTA, investortrust.id - Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming mengungguli dua pesaingnya, cawapres nomor urut 3, Mahfud MD dan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Elektabilitas Gibran yang pada survei Agustus 2023 nyaris tidak terekam survei atau hanya 0,1% kini melonjak menjadi 37,3%. Elektabilitas Gibran melesat ke urutan pertama setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi usia capres-cawapres yang memuluskan langkah Wali Kota Solo itu berlaga di Pilpres 2024.
"Setelah putusan Mahkamah Konstitusi membuka peluang kepadanya untuk maju sebagai cawapres dan setelah digandeng oleh Prabowo untuk mendampinginya, popularitas Gibran dengan cepat melesat," tulis peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan yang dikutip, Senin (11/12/2023).
Baca Juga
Survei Litbang Kompas: Prabowo-Gibran 39,3%, Anies-Cak Imin Salip Ganjar-Mahfud
Saat ini, tingkat pengenalan Gibran mencapai 85,1%. Popularitas putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu lebih tinggi dibanding Mahfud MD yang sebesar 72,2% dan Cak Imin (55,3%).
Seiring dengan popularitasnya, elektabilitas Gibran yang mencapai 37,3% unggul jauh dibanding dua pesainya. Mahfud MD yang pernah menjabat di tiga cabang kekuasaan, yakni yudikatif, eksekutif, dan legislatif berada di peringkat kedua dengan elektabilitas 21,6%, sedangkan Cak Imin berada di urutan ketiga dengan dipilih oleh 12,7% responden.
"Elektabilitas Gibran mencapai 37,3%, Mahfud MD 21,6%, dan Muhaimin 12,7%," kata Bambang.
Baca Juga
Survei LSI: Elektabilitas Prabowo-Gibran di Puncak, Terpaut 21,8% dengan Ganjar-Mahfud
Meski demikian, pemilih bimbang atau pemilih yang belum menentukan pilihannya (undecided voters) melonjak menjadi 28,4%. Padahal, Pilpres 2024 tinggal dua bulan lagi.
Survei ini dilakukan Litbang Kompas pada 29 November sampai dengan 4 Desember 2023. Survei dilakukan melalui wawancara secara tatap muka terhadap 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia. Margin of error survei berada pada kisaran +/- 2,65% dengan tingkat kepercayaan 95%.

