Temuan Survei, Anies Dinilai Sering Serang Personal Kandidat Lain saat Debat
JAKARTA, Investortrust.id - Calon presiden (capres) nomor urut 01, Anies Baswedan dinilai paling sering menyerang personal kandidat lain saat debat. Mayoritas publik pun tak suka dengan serangan agresif satu capres terhadap capres lain.
Hal itu terungkap dalam hasil survei lembaga Political Weather Station (PWS) yang dirilis hari ini, Jumat (26/1/2024). Survei ini dilakukan untuk memetakan elektabilitas pasangan calon (paslon) usai debat keempat capres-cawapres.
Direktur Riset PWS, Sharazani mengatakan 56,2% responden menilai Anies paling sering menyerang personal kandidat lain saat debat. Diikuti cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka dengan 14,6%.
Selanjutnya ada capres 03, Ganjar Pranowo yang dinilai 9,8 responden suka menyerang personal kandidat lain saat debat. Sementara hanya 3,2% responden yang menilai capres 02, Prabowo Subianto senang menyerang kandidat lain.
Hal itu terungkap dalam hasil survei lembaga Political Weather Station (PWS) yang dirilis hari ini, Jumat (26/1/2024). Survei ini dilakukan untuk memetakan elektabilitas pasangan calon (paslon) usai debat keempat capres-cawapres.
Direktur Riset PWS, Sharazani mengatakan 56,2% responden menilai Anies paling sering menyerang personal kandidat lain saat debat. Diikuti cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka dengan 14,6%.
Selanjutnya ada capres 03, Ganjar Pranowo yang dinilai 9,8 responden suka menyerang personal kandidat lain saat debat. Sementara hanya 3,2% responden yang menilai capres 02, Prabowo Subianto senang menyerang kandidat lain.
Baca Juga
Anies Peluk Cak Imin hingga Goyangkan Tubuh di Panggung Debat Cawapres
"Lalu cawapres 03 dan 01 yakni Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masing-masing hanya dinilai 1,1% responden senang menyerang kandidat lain saat debat. Sedangkan 11,6% responden tidak tahu atau tidak menjawab," ujarnya dalam rilis survei yang dilaksanakan secara daring, Jumat (26/1/2024).
Sharazani mengungkap strategi Anies dan Cak Imin menyerang personal kandidat lain bisa jadi bertujuan untuk mendegradasi elektabilitas paslon lainnya, terutama Prabowo-Gibran. Namun strategi itu dinilai tak efektif, bahkan elektabilitas Anies-Cak Imin cenderung stagnan.
Sementara itu, PWS juga memotret mayoritas responden tak suka dengan capres atau cawapres yang suka menyerang kandidat lain yaitu 86,2%. Sedangkan responden yang menyukai serangan personal itu hanya 13,8%.
"Kebiasaan menyerang personal saat debat, membuat capres/cawapres yang bersangkutan mendapatkan antipati publik. Sebaliknya, pihak yang diserang akan kebanjiran simpati publik yang berpengaruh pada elektabilitasnya," ujarnya.
Survei dilaksanakan 21-25 Januari 2024 yang diikuti 1.200 responden dengan metode systematic random sampling di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error sekitar 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%.

