Jokowi Minta Format Debat Diubah karena Serang Personal, Begini Kata KPU
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menyatakan tidak akan berkomentar soal permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar format diubah. Sebelumnya, Jokowi menyebut format debat sebaiknya lebih baik lagi untuk mencegah saling serang secara personal.
"Saya tidak komentar," kata Hasyim di kantor KPU, Jakarta, Selasa (9/1/2024).
Hasyim mengatakan, debat capres digelar KPU dengan mempertimbangkan berbagai hal. KPU sudah membicarakan kesepakatan dengan semua tim pasangan calon, termasuk dengan televisi.
Baca Juga
Survei Litbang Kompas: 10,5% Responden Berubah Pilihan Setelah Debat Capres
Dalam pembicaraan dengan berbagai pihak itu telah tercapai kesepakatan mengenai format debat yang terbagi dalam enam segmen. Segmen pertama pembuka dan penyampaian visi-misi, segemen kedua dan ketiga menjawab pertanyaan panelis, segmen keempat dan kelima diisi dengan tanya jawab antarkandidat, dan segmen keenakm penyampaian pernyataan penutup.
"Kan model debat sudah disepakati ada enam segmen," katanya.
Hasyim menegaskan, KPU tidak berwenang mengatur dan menilai strategi dan pernyataan yang disampaikan kandidat saat debat. Dikatakan, KPU hanya menyediakan forum debat, sementara untuk strategi dan sustansi debat diserahkan kepada masing-masing pasangan calon.
"Harap diingat adalah debat ini salah satu metode kampanye, sehingga yang punya hak dan mempunyai kewenangan menilai soal substansi perdebatan adalah rakyat sebagai pemilih. Apakah masuk ke dalam hatinya atau tidak itu sepenuhnya rakyat,. Apakah jawabannya meyakinkan atau tidak itu adalah pemilih," katanya.
Untuk itu, KPU tidak akan berkomentar mengenai substansi debat. Ditekankan, debat merupakan salah satu metode kampanye yang menjadi hak kandidat.
"Kampanye adalah satu kegiatan untuk meyakinkan pemilih untuk memilih dirinya atau meyakinkan visi misi program. Jadi sepenuhnya rakyat pemilih yang akan menentukan ini berkualitas atau tidak, mengedukasi atau tidak, jawaban sesuai tema atau tidak jadi masyarakat pemilih sepenuhnya," papar Hasyim.
Baca Juga
Disinggung Saat Debat Capres, Begini Penjelasan Ekonom Soal Utang Indonesia
Sebelumnya, Jokowi menilai substansi visi capres-cawapres tidak menonjo saat debat ketiga Pilpres 2024 yang digelar Minggu (7/1/2024).
"Ya, yang pertama memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan," kata Jokowi.
Dia menilai yang terlihat adalah justru sikap saling menyerang personal capres, yang mana hal itu semestinya tidak terjadi.
"Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya enggak apa, asal (yang diserang) kebijakan, policy, visi, enggak apa," kata Jokowi.

