Jokowi Minta Debat Capres Tidak Serang Personal, TPN Ganjar-Mahfud: Sepakat!
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Andi Widjajanto mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut debat capres seharusnya tidak perlu menyerang personal.
Menurut Andi, serangan secara personal justru lebih banyak dilakukan oleh capres nomor urut 2, Prabowo Subianto kepada capres nomor urut 1, Anies Baswedan.
"Sepakat dengan Pak Jokowi, memang harus dihindari serangan personal ya, seperti contohnya, serangan Pak Prabowo ke Anies, dengan bilang sorry ye, sorry ye Mas Anies. Kemudian sering disebut Prof, tetapi dengan nada yang negatif," ujar Andi di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2024).
Baca Juga
TPN Optimistis Debat Kelima Kembali Jadi Panggung Ganjar Pranowo
Lebih lanjut, Andi juga menyampaikan, selama debat Pilpres 2024 berlangsung, Prabowo kerap menampilkan sisi emosionalnya ketika beradu argumen dengan mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tersebut.
Menurut Andi, hal tersebut seharusnya tidak dilakukan. Dalam debat capres, kandidat seharusnya melancarkan serangan terhadap kebijakan bukan personal. Andi mencontohkan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang melakukan serangan terhadap kebijakan dengan berbasis data.
"Serangan-serangan personal seperti yang terlihat Pak Prabowo emosi ke Mas Anies itu harus dihindari. Yang perlu diperkuat adalah serangan ke data, serangan ke kebijakan, seperti yang dilakukan oleh Mas Ganjar," terangnya.
Menurut Andi, adu gagasan dengan menggunakan data justru lebih banyak dilakukan oleh Ganjar, terutama pada debat kedua capres yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).
"Mas Ganjar di segmen kelima ya betul-betul menunjukkan data, indeks ini turun, indeks itu turun, proporsi anggaran PDB turun, MEF hanya 65% tidak sampai ke target. Nah, itu serangan yang diinginkan. Jadi, benar-benar mengotak-atik data, kebijakan. Tidak melakukan serangan-serangan personal. Terutama menunjukkan emosi-emosi yang tidak perlu yang debat satu, debat tiga lebih sering dimunculkan oleh Pak Prabowo terutama ke Anies," imbuhnya.
Baca Juga
TPN Tegaskan Data yang Dibeberkan Ganjar di Debat Capres Bukan Rahasia Negara
Sebelumnya, Jokowi menilai banyak pihak kecewa melihat debat capres kedua yang berlangsung kemarin malam itu.
Menurut Presiden, debat pilpres perlu diformat lebih baik lagi, dengan adanya rambu-rambu, sehingga debat bisa lebih hidup.
"Saling menyerang enggak apa tetapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi," kata Jokowi dikutip dari Antara, Senin (8/1/2024).

