Akademisi: Masyarakat Butuh Media yang Bisa Dipercaya
Editor | Fajar Widhiyanto
JAKARTA, Investortrust.id -- Pengajar Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Ignatius Haryanto membenarkan bahwa kondisi media massa nasional saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sejumlah media nasional bahkan cenderung partisan terhadap partai politik tertentu.
"Saya kira ini juga membuat masyarakat menjadi kehilangan kepercayaan pada media," kata Ignasius dalam Konvensi Nasional Media Massa 2025 yang digelar Dewan Pers, Kamis (20/2/2025).
Ignatius mengungkapkan, publik kini menghendaki media yang independen dan tepercaya. Apalagi kini muncul wabah disinformasi di mana-mana.
"Selain tadi yang sudah dikatakan ada perkembangan digitalisasi, AI, dan lain-lain seperti itu yang juga menjadi tantangan pada hari ini. Saya kira masyarakat membutuhkan media yang bisa dipercaya," ucapnya.
Ignatius kemudian mencontohkan bagaimana pelanggan digital dan koran New York Times di Amerika Serikat mengalami lonjakan tajam saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump pertama kali terpilih. Hal tersebut disebabkan publik Amerika Serikat menghendaki adanya informasi dari media yang dapat dipercaya.
"Dia tahu presidennya itu tidak bisa dipercaya sehingga akhirnya memilih melanggan atau mendapat informasi dari media yang memang dapat dipercaya," ungkapnya.
Menurutnya kasus tersebut penting menjadi bahan refleksi bagi media massa di Indonesia saat ini. Ketika media berhasil mendapat kepercayaan, maka publik dengan sendirinya akan memilih media tersebut sebagai arus utama informasi.
"Informasi yang terpercaya itu penting. Saya kira itu refleksinya bisa kita pakai untuk kondisi sekarang di Indonesia, dimana media yang bisa dipercaya itu yang saya kira memang penting," ucapnya. (C-14)
