Ramai Isu Kecurangan Pemilu, Ini Upaya KPU agar Tetap Dipercaya Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa mereka akan menjaga imparsialitas atau bersikap netral terhadap semua peserta Pemilu 2024 agar tetap dipercaya masyarakat dan tidak dianggap melakukan kecurangan.
Hal ini disampaikan Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, dalam konferensi pers di Kantor KPU, Jakarta, Senin (13/11/2023). Hasyim menyebut bahwa KPU punya komitmen dalam bekerja sesuai peraturan perundang-undangan.
"Sehingga kemudian kalau ada dugaan kami bertindak atau mengambil keputusan, mengambil kebijakan yang di luar ketentuan perundang-undangan maka itu jadi ukuran komitmen kami. Kami juga terikat dengan kode etik penyelenggara pemilu," ujar Hasyim Asy'ari, Senin (13/11/2023).
Baca Juga
KPU: Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres Selasa 14 November 2023
Lebih lanjut Hasyim menjelaskan, untuk menjaga netralitas selama masa pemilu, KPU akan menjaga kedekatan yang sama dengan semua peserta pemilu, yang meliputi partai politik, perseorangan calon DPD, dan juga pasangan capres dan cawapres. Dengan demikian, KPU tidak dianggap condong memihak kubu tertentu.
"Misalnya dalam hal transparansi tentu segala macam informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu, dalam rangka menjaga kedekatan yang sama, tentu kami sampaikan kepada semua pihak peserta pemilu. Demikian juga akses dokumen, sepanjang dokumen itu bukan dokumen yang tidak dikecualikan, tentu akan kami sampaikan informasi, akses yang setara, kepada semua peserta pemilu," terang Hasyim.
Sebagaimana diketahui, KPU telah menetapkan tiga pasangan capres dan cawapres yang akan bersaing di Pemilu 2024 mendatang. Mereka adalah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. (CR-8)
Baca Juga
