INA Digital Segera Diluncurkan, Ada 19 Fitur untuk ASN dan Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - Aplikasi super atau super apps milik pemerintah atau INA Digital akan segera diluncurkan pada bulan September ini. Terdapat 19 fitur awal yang dapat diakses untuk ASN dan masyarakat umum.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas memerinci, terdapat tiga aplikasi yang dirilis secara terbatas, yakni INA Gov, INA Pas, dan INA Ku yang mencakup 19 fitur awal dengan melibatkan 10.000 ASN dan 40.000 pengguna.
Baca Juga
Pemerintah Percepat Pengembangan Aplikasi Super INA Digital, Buat Apa?
"Setelah rapat ratusan kali, INA Digital sekarang sebagai penyelenggara keterpaduan, dalam waktu dekat pada bulan September ini kami akan me-launching tiga layanan terbatas. Tiga layanan ini mencakup 19 fitur awal," kata Azwar Anas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/9/2024) sebagaimana dilansir Antara.
Azwar menjelaskan layanan INA Gov akan dirilis terbatas untuk 10.000 ASN yang di dalamnya berisi aplikasi Smart ASN, yang menggabungkan ribuan aplikasi yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan.
Pada tahap awal, Smart ASN tersebut menyediakan fitur layanan seperti cek profil ASN, sasaran kinerja ASN, akses pembelajaran mandiri ASN, layanan kenaikan pangkat, mutasi, hingga pemberhentian. ASN nantinya tidak perlu lagi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengakses layanan tersebut.
Layanan kedua, lanjut dia, INA Pas atau identitas digital terpadu yang akan menjadi ujung tombak keterpaduan sistem dan aplikasi.
INA Pas ini mencakup layanan pemerintahan untuk layanan identitas digital. Layanan ini membuat pengguna tidak perlu memasukkan identitas berulang kali untuk mengakses layanan publik.
"Setelah lebih dari 36 kali rapat, sekarang sudah punya SSO (single sign on) di INA PAS untuk masuk ke layanan ke dalam Portal Nasional Digital ID," kata Azwar.
Produk ketiga adalah INA Ku atau portal pelayanan publik yang akan menyatukan berbagai layanan pendidikan, kesehatan, sosial, administrasi kependudukan, dan BPJS.
Program Indonesia Pintar yang termasuk dalam sektor pendidikan, dapat diakses dari aplikasi INA Ku. Begitu pula, jika masyarakat ingin mencari dokter dan obat, hingga mengecek kapasitas rawat inap di RS yang sebelumnya ada di aplikasi Siranap bisa diakses melalui INA Ku.
"Imunisasi, sertifikat vaksin nanti dari sini. BPJS tenaga kerja mulai cek saldo JHT, informasi kantor cabang, informasi kecelakaan kerja, cek bansos, mengecek bansos nanti cukup dari sini," kata Azwar.
Masyarakat juga bisa mengakses layanan administrasi pemerintahan, mulai dari perubahan status pendidikan, cetak kartu keluarga, cetak biodata WNI, mengurus surat keterangan pindah, hingga pindah dan pecah KK, semuanya terangkum di sektor kependudukan dalam aplikasi INA Ku.
Baca Juga
INA Digital Diluncurkan, Keterpaduan Layanan Digital Pemerintah Dikebut
Azwar menyampaikan pada rilis terbatas tahap pertama atau alpha akan melibatkan 10.000 ASN pada INA Gov dan 40.000 pengguna pada INA Ku. Rilis terbatas tahap pertama mengenalkan fitur dasar kepada pengguna secara terbatas untuk mendapatkan umpan balik dan identifikasi awal.
Sementara itu, pada rilis terbatas tahap kedua atau beta akan diperluas dengan melibatkan 138 instansi pemerintah pada INA Gov dan lebih dari 40.000 pengguna pada INA Ku. Fitur yang dirilis akan lebih luas bagi pengguna eksternal terbatas untuk meminimalisasi kendala dalam perbaikan dan penyempurnaan fitur.

