Paling Lambat Juni 2024, Super App Ina Digital Diluncurkan Jokowi
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah memastikan aplikasi super atau super app Ina Digital akan diluncurkan dalam waktu dekat untuk menggantikan 27.000 aplikasi milik kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyebut Ina Digital akan dirilis dalam dua bulan ke depan. Aplikasi yang menjadi bagian dari sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) itu akan diluncurkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Mudah-mudahan Mei atau Juni lah. Dua bulan sampai tiga bulan ke depan,” kata Budi Arie ketika ditemui di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2024).
Baca Juga
Diketahui, implementasi SPBE makin jelas arahnya seusai Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional 18 Desember 202.
Lebih lanjut, Budi Arie menjelaskan Ina Digital akan hadir untuk menyelesaikan persoalan di sembilan isu prioritas. Ina Digital akan mencakup layanan pendidikan terintegrasi, layanan kesehatan terintegrasi, layanan bantuan sosial terintegrasi, dan layanan kepolisian terintegrasi.
“Jadi, super app itu akan mengurus sembilan isu prioritas yang semuanya menyangkut [kepentingan] rakyat. Mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi, SIM (surat izin mengemudi), bansos (bantuan sosial), dan lain-lainnya. Pokoknya ada sembilan isu prioritas,” jelasnya.
Ada Peran PM Inggris Tony Blair
Ina Digital menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menkominfo dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Sebagai catatan, Tony Blair dalam hal ini selaku Founder dan Executive Director Tony Blair Institute for Global Change.
Bersama dengan Tony Blair Institute for Global Change, menurut Budi Arie pemerintah akan mempelajari keberhasilan super app di sejumlah negara. Salah satu di antaranya adalah Estonia yang sukses mengembangkan ibu kotanya, Tallinn menjadi sebuah kota pintar.
Baca Juga
Budi Arie mengklaim Ina Digital nantinya akan membawa perubahan besar dan lebih baik dibandingkan dengan super app di negara-negara lain yang lebih dahulu hadir.
“Kita belajar dari pengalaman negara lain. Kalau mereka dari kelas 1 sampai 12 belajarnya ya misalnya. Sementara itu, kita sudah lebih advance karena enggak perlu mengikuti mereka dari awal karena sudah cukup belajar,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria menjelaskan implementasi SPBE, termasuk di dalamnya peluncuran Ina Digital masih dikoordinasikan dengan K/L terkait.
“Untuk (yang terkait) kependudukan masih berkoordinasi dengan Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Kementerian Keuangan soal data keuangan, dan segala macamnya termasuk dukungan keuangan untuk transformasi digital,” ujarnya.
Terkait dengan peran Tony Blair Institute for Global Change, Nezar menyebut tak lebih dari supervisi. Mereka nantinya akan memberikan pandangan dan berbagi pengalaman terkait transformasi digital
“Mereka juga akan memberikan technical assistance. Kalau kita membutuhkan expert dan lain semacamnya, termasuk juga itu,” ungkapnya.

