Dirut Peruri Digital Security Sebut akan Ada Tambahan Fitur Baru di INA DIGITAL Tahun Depan
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Peruri Digital Security (PDS) Teguh Kurniawan Harmanda mengungkapkan akan ada tambahan fitur inovasi terbaru pada aplikasi INA DIGITAL di 2025 mendatang.
INA DIGITAL adalah aplikasi yang menyatukan ribuan aplikasi pelayanan publik dari berbagai instansi pemerintah. Hal tersebut dilakukan guna menjalankan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diatur berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 di mana Peruri ditugaskan menjadi penyelenggara Aplikasi SPBE Prioritas.
Sebelumnya, pemerintah telah memulai rilis terbatas tahap pertama produk INA DIGITAL sebagai bagian dari integrasi layanan digital pemerintah Indonesia pada 30 September 2024 lalu. Rilis ini melibatkan 40 ribu peserta sebagai langkah awal untuk memperoleh masukan dalam pengembangan lebih lanjut.
"Rilis kedua kita targetkan di tahun depan ada tambahan fitur. Jadi, misalnya di rilis pertama, saya hanya bisa mengecek record untuk vaksin. Nanti di rilis kedua, akan ada tambahan yang lain, misalnya ada fitur dari kementerian atau instansi yang lain" ucap Manda, demikian sapaan akrab Teguh Kurniawan Harmanda dalam wawancara podcast Konvergensi Investortrust di kantor Investortrust, The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (9/12/2024).
Sehingga, kata Manda, dengan adanya tambahan fitur ini bisa banyak terhubung dengan kementerian atau instansi yang lainnya.
“Jadi kalau ibaratnya seperti bangunan itu adalah bangunan tumbuh. Kita tidak langsung mengejar untuk aplikasi ini sempurna di awal, tetapi kita pastikan bahwa aplikasi ini useful oleh masyarakat. Nanti berjalannya waktu kita akan membuat itu terus bertambah fiturnya," ungkap dia.
Baca Juga
Peran Besar Peruri Digital Security Dalam Transformasi Digital hingga Pengembangan Single Sign On
Meski fitur ini di Indonesia belum genap setahun, Manda menegaskan pihaknya akan terus berupaya untuk menghadirkan beberapa solusi yang sedang diuji coba.
"Kalau ditanya kapan selesai, kita membuat milestone di awal, tetapi untuk jalan panjang saya pikir GovTech itu pasti akan menyempurnakan dari kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Sebagai informasi, terdapat tiga produk yang sudah dirilis secara terbatas. Yakni INApas, INAku, dan INAgov. INApas ialah layanan identitas digital terpadu untuk akses ke berbagai layanan digital pemerintah secara praktis. INAku adalah portal pelayanan publik untuk akses ke berbagai layanan digital pemerintah secara mudah. Sementara, INAgov merupakan portal administrasi pemerintahan yang memberikan ASN akses ke berbagai layanan administrasi pemerintahan secara efisien.
Secara terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga menekankan akan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan INApas, INAku, dan INAgov.
“Tidak mungkin berhasil jika tidak didukung oleh seluruh kementerian/lembaga, seperti bermain bola. Pertama, mindset-nya harus sama; ini bukan pengadaan one-time, melainkan proses yang terus upgrading dan berkelanjutan. Kedua, tata kelolanya juga harus,” ujarnya.
Baca Juga
Wow, PDS Bikin Publik Bisa 'Log in' di Banyak Aplikasi dengan 'Single Sign On'
Rilis terbatas tahap pertama sebelumnya dilakukan bertahap untuk mendapatkan feedback dari peserta, sebagai identifikasi perbaikan awal. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan digital yang andal, berorientasi pada pengguna, dan berkualitas.
Upaya ini akan diiringi oleh penguatan proses bisnis dan infrastruktur. Pemerintah akan terus melakukan pengembangan untuk meningkatkan keterpaduan layanan digital, menghadirkan layanan publik yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

