Menteri PANRB: Transformasi Digital Belum Sepenuhnya Pangkas Anggaran Birokrasi Instansi Pemerintah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas menilai, transformasi digital yang dilakukan oleh sejumlah instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah masih jauh dari kata efektif.
Menurut Anas, anggaran belanja birokrasi di sejumlah instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah masih terbilang tinggi, bahkan terus bertambah dari tahun ke tahun. Padahal, instansi tersebut mengeklaim sudah melakukan transformasi digital.
"Belanja atau biaya birokrasi dari waktu ke waktu bukan makin berkurang, tetapi terus bertambah. Padahal, berbagai daerah telah memenangkan lomba inovasi digital. Sering sekali para gubernur, para bupati, para sekjen (sekretaris jenderal) menyampaikan bahwa kabupatennya, provinsinya, kementeriannya telah melakukan terobosan sistem," katanya saat memberikan sambutan pada acara Aparatur Sipil Negara (ASN) Talent Fest 2024 dan Anugerah ASN 2023, di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (27/8/2024).
Anas menyebut transformasi digital seharusnya bisa memangkas anggaran belanja birokrasi di instansi pemerintah. Dia memberikan contoh berkurangnya biaya yang harus dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) setelah melakukan digitalisasi proses layanan kenaikan pangkat, pensiun, dan perpindahan instansi bagi ASN.
Selain berhasil memangkas sumber daya manusia (SDM) untuk menjalankan layanan kenaikan pangkat, pensiun, dan perpindahan instansi bagi ASN, digitalisasi juga berhasil memangkas proses pelayanan. BKN juga tidak perlu membangun fasilitas baru untuk mempercepat proses tersebut.
"Langsung berdampak, pertama pada pelayanan yang lebih cepat kepada seluruh ASN untuk layanan kenaikan pangkat, layanan pensiun, dan layanan pindah instansi. Pada saat yang sama, berdampak pada pengurangan orang di kantor BKN. Setelah saya cek, tadinya berisi 500 orang, sekarang tidak lebih dari 100 orang," paparnya.
Anas juga menyinggung perjalanan dinas yang kerap dilakukan oleh ASN di berbagai instansi pemerintah. Dia menilai apa yang mereka lakukan terkadang hanya buang-buang anggaran karena tak membawa dampak positif bagi masyarakat.
"Ada banyak sekali perjalanan dinas, pertemuan-pertemuan, sebagian hanya menghabiskan anggaran perjalanan dinas dan tidak ada dampak untuk rakyat maupun perbaikan. Oleh karena itu, karena kita diminta untuk memangkas proses bisnis, memangkas tumpukan kertas. dan kita diminta untuk bekerja lebih cepat," ujarnya.
Lebih lanjut, Anas menyebut Kementerian PAN-RB sedang menyelesaikan rancangan kerangka kerja reformasi birokrasi nasional. Transformasi digital merupakan salah satu poin terpenting untuk mereformasi birokrasi di Tanah Air bersama dengan beberapa poin penting lainnya.
"Ada beberapa poin penting yang perlu kita kerjakan. Bagaimana digital capability (kapabilitas digital) kita juga tingkatkan, digital culture (budaya digital) juga kita wujudkan, digital service (layanan digital), digital process (proses digital), dan digital infrastructure (infrastrukturnya) ke depan bisa kita wujudkan," imbuhnya.

