Kemenperin Bakal Masukkan Game Lokal Sebagai Komponen TKDN Ponsel
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan pemasangan gim (game) lokal masuk ke dalam penghitungan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel untuk mendorong kemajuan industri gim dalam negeri.
Direktur Elektronik dan Industri Telematika Priyadi Arie Nugroho mengatakan, kebijakan tersebut akan berdampak positif terhadap industri gim lokal. Gim karya anak bangsa akan dikenal luas oleh masyarakat ponsel yang dipasarkan di Tanah Air.
“Kita sedang mengupayakan agar game (gim) bisa masuk dalam penghitungan TKDN ponsel. (Tujuannya) untuk memperkenalkan industri game dalam negeri yang belum begitu dikenal,” di The 6th Indonesia Internet Expo & Summit (IIXS) 2024 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (14/8/2024).
Baca Juga
Pertamina dan Siemens Energy Jalin Kolaborasi Percepat Transisi Energi
Priyadi mengatakan, gim buatan dalam negeri sebenarnya tidak kalah dengan gim buatan negara-negara lain. Sayangnya, gim tersebut belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia yang gemar bermain gim, khususnya kalangan muda.
“Ternyata game buatan Indonesia itu malah lebih banyak dikenal di luar negeri bukan di dalam negeri,” ungkapnya.
Priyadi belum bisa menjelaskan lebih lanjut bagaimana mekanisme penghitungan gim lokal sebagai komponen TKDN ponsel. Namun yang jelas, rencana tersebut akan membuat produsen ponsel tertarik untuk bekerja sama dengan pengembang (developer) atau penerbit (publisher) gim di dalam negeri.
Sebagai catatan, saat ini Kemenperin menetapkan TKDN untuk ponsel 4G dan 5G minimal 35%. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No. 13/2021 tentang Standar Teknis Alat Teknologi Long Term Evolution (LTE) dan teknologi berbasis International Mobile Telecommunication-2020 (IMT-2020) atau 5G.
Baca Juga
Pemerintah Bakal Atur Pengelolaan Data Anak oleh Aplikasi dan Game Online
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di akun Instagram-nya @luhutpanjaitan juga menyebut Indonesia sebagai pasar terbesar industri gim, khususnya game yang dimainkan di ponsel (mobile gaming).
"Indonesia tercatat sebagai pasar mobile gaming terbesar ketiga di seluruh dunia, berdasarkan hasil unduhan di Google Play. Pada 2025 mendatang, potensi pasar gim Indonesia diprediksi mencapai US$2,5 miliar," kata Luhut di akun Instagramnya, Kamis (8/8/2024).
Sayangnya, Luhut mengatakan pangsa pasar game di Indonesia nyaris dikuasai sepenuhnya oleh game asing. Game karya anak bangsa hanya menguasai 0,5% dari total pasar.
Baca Juga
Fasilitasi Sertifikasi TKDN 2024, Menperin Siapkan Anggaran Rp 116 Miliar
Padahal, game dari dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk alat edukasi yang efektif dan kreatif. Menurut Luhut, nilai-nilai budaya dan kekayaan tradisi Nusantara bisa diperkenalkan dengan cara yang lebih menyenangkan lewat game.
"Selain itu, gim juga menjadi medium penyampai pesan-pesan edukatif untuk memperkenalkan sejarah peradaban bangsa dan kearifan lokal kepada generasi muda, dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Beberapa gim buatan Indonesia telah berhasil menjadi salah satu instrumen penguatan diplomasi ekonomi dan budaya, baik di regional maupun internasional,” tutur Luhut.

