Pemerintah Setuju Pinjol Masuk Kampus, Berikut Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan bahwa pemerintah telah memberikan lampu hijau bagi badan usaha milik negara (BUMN) sektor perbankan untuk mengucurkan pinjaman kepada mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan uang kuliah tunggal (UKT).
Tak hanya bank BUMN, pemerintah ikut memberikan lampu hijau skema pembiayaan melalui peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol). Sedangkan Pinjol yang direstui adalah penyedia layanan resmi atau sudah terdaftar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga
Hindari Bahaya Pinjol dan Judi Online, Menkeu Minta Masyarakat Saring Informasi
Dia mengatakan, pemerintah akan merestui seluruh wacana yang bertujuan untuk membantu kesulitasn mahasiswa dalam mencukupi pembiayaan UKT dan aktivitas kampus. "Pinjol itu sebetulnya sistemnya aja, kemudian (kalau) terjadi fraud penyalahgunaan itu (karena) orangnya," kata Muhadjir di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Kemudian eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu juga menjawab soal kecenderungan anggapan praktik komersialisasi pendidikan, apabila membiarkan layanan pinjol masuk ke ranah kampus. Membantah hal itu, ia menyebut anggapan tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman tafsir oleh publik.
"Itu soal penilaian bisa macam-macam, wong kemarin saya bilang korban judi online bisa diberi bansos ditafsirkan jadi penjudi dapat bansos kok," tuturnya.
Baca Juga
Duh! Guru Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal, OJK Lakukan Hal Ini
Adapun diketahui berdasarkan penelusuran Investortrust.id, skema pembiayaan melalui pinjol telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi. Salah satu penyedia jasa layanan pembiayaan pendidikan melalui pinjol adalah Danacita.
Dilansir dari situs resmi penyedia layanan P2P lending tersebut, sejak berdiri tahun 2018 Danacita telah memiliki 148 mitra lembaga pendidikan dengan total 29.184 pengguna. Sementara itu Danacita telah menyalurkan lebih dari Rp 416 miliar yang dialokasikan untuk pembiayaan pendidikan.
Sejumlah perguruan tinggi diketahui telah menjadi mitra dari Danacita, di antaranya ada Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga Universitas Paramadina.
