Kementerian PUPR Akan Bangun 91 Hunian untuk Relokasi 2.086 Ha Lahan IKN
JAKARTA, Investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyiapkan 91 hunian untuk relokasi masyarakat yang terdampak persoalan 2.086 hektare (ha) lahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
“Terutama untuk pembebasan lahan yang 2.086 hektare, itu difokuskan lagi. Yang urgent itu untuk pengelolaan banjir Sepaku dan jalan tol 6A dan 6B itu yang 44 hektare. Semuanya (masyarakat yang terdampak) ada 91 kepala keluarga (KK),” ungkap Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2024).
Terkait persoalan tersebut, lanjut Basuki, pihaknya akan menyiapkan skema Penanganan Sosial Dampak Kemasyarakatan (PSDK) Plus. Dia menyebutkan, skema tersebut tidak hanya mengembalikan hak pertanahan masyarakat di sana, namun juga membangunkan hunian kepada masyarakat yang terdampak pembangunan proyek pekerjaan IKN.
Baca Juga
Pembangunan IKN Belum Capai 100%, Bahlil: Animo Investor Tak Kendur
“Plus-nya bisa dengan (dibangunkan) rumah. Pilihannya bisa rumah susun, bisa rumah landed (tapak). Tergantung mereka (masyarakat yang terdampak milihnya apa),” terang Basuki.
Perihal anggaran yang akan digelontorkan pemerintah untuk membangun 91 hunian tersebut, Basuki menjelaskan, pihaknya masih dalam tahap diskusi terkait desain permukiman untuk masyarakat terdampak.
“Lagi didesain. Kalau landed (rumah tapak) berapa, kalau rusun (rumah susun) berapa,” imbuh dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah menyampaikan penyiapan relokasi tersebut sudah dibicarakan dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan segera menindaklanjuti penyelesaian lahan di IKN tersebut.
“Pokoknya saya berharap semua harus selesai 27 Mei,” kata Luhut di IKN beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Menteri PUPR Buka-bukaan soal Investasi Bos Burj Khalifa di IKN
Progres pembahasan relokasi tersebut, menurut Basuki, pihak Otorita IKN (OIKN) memiliki beberapa opsi lahan untuk dibangun hunian-hunian tersebut.
“Sudah dipilih oleh Bu Mia (Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan OIKN, Mia Amalia). Kita kan tinggal meneruskan. Sudah ada lokasinya, bahkan tadi pak Alimuddin (Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin) juga laporkan untuk yang pesantren sudah ada dua opsi (lokasi), mereka (Deputi OIKN) sudah melihat ke lapangan,” pungkas dia.

