Prabowo-Gibran Menangi Pilpres, Ini 8 Program Fondasi Indonesia Emas 2045
JAKARTA, investortrust.id - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi pemenang dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut, berdasarkan rekapitulasi nasional, Prabowo-Gibran memenangi perolehan suara di 36 provinsi.
Berdasarkan perolehan suara Prabowo-Gibran meraih 96.214.691 suara atau 58,83%. Perolehan ini mengungguli dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden lainnya. Suara untuk Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar tercatat sebesar 40.971.606 suara atau 25,05% dan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapat 27.040.878 suara atau 16,53%.
Dengan kemenangan ini, Prabowo-Gibran bakal melanjutkan target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Visi RPJPN 2025-2045 ini untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045.
“Mulai tahun 2025 dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di angka 6% hingga 7%,” bunyi visi misi kampanye Prabowo-Gibran di Indonesia Maju, ditulis Kamis (21/3/2024).
Baca Juga
Untuk meraih Indonesia Emas 2045 tersebut. Prabowo-Gibran merancang delapan program bernama Program Hasil Terbaik Cepat. Program ini bakal dikawal langsung Prabowo-Gibran.
Program pertama yang tertuang dalam laporan visi-misi Prabowo-Gibran yaitu memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil. Program ini menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100% pada 2029.
“Sumber makanan diutamakan dari produk lokal sehingga program ini juga akan berdampak besar pada berputarnya roda perekonomian di daerah. Masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam mengembangkan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan program.”
Program kedua yaitu menyelenggarakan pemeriksaan gratis, menuntaskan kasus TBC, dan membangun rumah sakit lengkap berkualitas di kabupaten. “Jumlah tenaga kesehatan (nakes) per populasi dan tempat tidur rumah sakit (RS) per populasi yang masih di bawah standar World Health Organization (WHO) harus segera dibenahi.”
Baca Juga
Program ketiga yaitu mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional. Program ini dibuat untuk mencapai swasembada pangan dengan peningkatan produktivitas lahan pertanian, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan.
“Ditargetkan minimal tambahan 4 juta ha luas panen tanaman pangan tercapai pada tahun 2029. Dengan tambahan luas panen minimal 4 juta ha dan bila itu fokus pada tanaman padi, maka produksi padi akan bertambah minimal sebesar 20 juta ton (asumsi produktivitas lahan 5 ton per ha) atau setara dengan 10 juta ton beras (asumsi rendemen 50%).”
Program keempat yaitu membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten dan memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu renovasi. “Sekolah unggulan yang akan dibangun mengikuti model sekolah unggulan tanpa asrama (non-boarding school) dan asrama, serta terintegrasi dari sekolah dasar hingga ke menengah atas.”
Program kelima yaitu melanjutkan dan menambahkan program kesejahteraan sosial dan usaha untuk menghilangkan kemiskinan absolut. Rencananya, Prabowo-Gibran akan melanjutkan program-program seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), KIS Lansia (untuk perlindungan kesehatan lansia), Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, MEKAR, dan Program Keluarga Harapan akan dilanjutkan dan menambahkan Kartu Anak Sehat.
Baca Juga
Kalah di Pilpres 2024, Anies-Cak Imin Daftarkan Gugatan ke MK
Program keenam yaitu menaikkan gaji ASN terutama guru, dosen, tenaga kesehatan, dan penyuluh, TNI/Polri, dan pejabat negara. Kebijakan penggajian diarahkan pada upah minimum provinsi (UMP) dengan rentang gaji tertinggi mengacu pada jabatan profesional, dan dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan negara.
Program ketujuh yaitu, melanjutkan pembangunan infrastruktur desa dan kelurahan, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan menjamin penyediaan rumah murah bersanitasi baik untuk yang membutuhkan, terutama generasi milenial, generasi Z, dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk milenial, Prabowo-Gibran menargetkan merenovasi dan menjamin pembangunan 25 rumah per desa tiap tahun atau dua juta rumah.
“Sementara di perkotaan perlu menjamin pembangunan 500 ribu rumah tapak dan 500 ribu rumah vertikal (berupa rusunami dan rusunawa). Dengan demikian target penjaminan pembangunan/renovasi rumah mencapai tiga unit hunian secara nasional.”
Program kedelapan yaitu mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ke 23%. Reformasi kebijakan perpajakan akan difokuskan pada penyempurnaan sistem perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak serta memperluas basis perpajakan dan penerimaan negara lainnya.

