Setahun Prabowo-Gibran Jadi Fondasi Kuat Menuju Indonesia Emas 2045, Ini Pencapainnya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menapaki usia 1 tahun pada Senin (20/10/2025). Dalam kurun waktu singkat tersebut, berbagai program prioritas telah dijalankan dengan hasil nyata di lapangan, terutama dalam bidang pengentasan gizi, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut, tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil menegakkan fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045. “Presiden ingin negara hadir melindungi dan melayani rakyat dari dalam kandungan hingga akhir hayat. Kuncinya ada pada pengembangan sumber daya manusia (SDM),” ujar Qodari dalam diskusi bertajuk Potret Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Langkah awal pemerintahan Prabowo-Gibran ditandai dengan reformasi tata kelola keuangan negara. Pemerintah berhasil mengamankan Rp 300 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebelumnya berpotensi diselewengkan.
Qodari menilai langkah ini bukan sekadar efisiensi administrasi, tetapi bentuk nyata dari disiplin fiskal dan transparansi birokrasi yang ditegakkan sejak awal masa pemerintahan. “Jumlah Rp 300 triliun itu bukan angka kecil. Ini wujud nyata reformasi fiskal yang dijalankan sistematis, membangun disiplin anggaran dan memperkuat akuntabilitas,” tegas Qodari.
Baca Juga
Begini Perkembangan Sektor Transportasi di 1 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto
Dana efisiensi tersebut kemudian dialihkan untuk mendanai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penguatan pendidikan dan ekonomi rakyat melalui Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih.
Reformasi ini dilakukan melalui sistem pengawasan digital, penyederhanaan rantai birokrasi, dan peningkatan transparansi publik. Tujuannya, memastikan setiap rupiah uang rakyat kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat. “Presiden menegaskan, setiap rupiah harus memberi nilai tambah bagi masyarakat. Itulah semangat utama reformasi fiskal menuju Indonesia Emas 2045,” lanjut Qodari.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol nyata investasi pemerintah pada sumber daya manusia. Dalam waktu kurang dari setahun, program ini telah menjangkau hampir 40 juta penerima, dengan target 40–45 juta penerima pada akhir 2025. “Brasil butuh waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima, sementara kita capai dalam waktu kurang dari setahun. Ini prestasi luar biasa,” ujar Qodari.
Baca Juga
MBG menargetkan total 83 juta penerima, mencakup anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Saat ini, terdapat sekitar 32.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyajikan 1,4 juta porsi per hari di seluruh Indonesia. Jika program ini berjalan konsisten, 40–50% masalah kesehatan masyarakat bisa diselesaikan, termasuk stunting, anemia, dan kekurangan gizi. “Sekitar 20% anak Indonesia mengalami stunting. Dari 80 juta anak, berarti ada 16 juta anak yang terdampak. Ini masalah serius,” tegas Qodari.
Ia menambahkan, program ini memiliki nilai strategis jangka panjang. Anak-anak berusia lima tahun penerima MBG hari ini akan berusia 25 tahun pada 2045—generasi emas Indonesia. “Dengan asupan protein yang baik, kualitas IQ generasi emas kita tak akan kalah dari bangsa lain,” imbuhnya.
Pemerintah juga menyiapkan langkah pengawasan mutu seperti sertifikasi Layak Konsumsi (LAIK), sertifikasi HACCP, dan monitoring rutin oleh puskesmas untuk menjaga kualitas makanan di lapangan.
Cek Kesehatan Gratis
Selain MBG, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi instrumen penting menghadirkan layanan kesehatan preventif bagi seluruh warga. Program ini memberikan hak pemeriksaan kesehatan tahunan tanpa biaya di fasilitas kesehatan terdekat. Data agregat dari CKG akan digunakan untuk menyusun kebijakan kesehatan nasional berbasis bukti. “Misalnya, jika penyakit diabetes meningkat, pemerintah dapat menambah dokter spesialis atau memberlakukan cukai minuman berpemanis,” kata Qodari.
Ia menegaskan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat memahami hak dan manfaat program pemerintah. Menurutnya, kebijakan publik tanpa komunikasi efektif akan sulit diterima dan dimanfaatkan masyarakat. “Kalau hanya separuh masyarakat tahu program ini, maka pesertanya bisa jauh lebih sedikit. Karena itu komunikasi publik harus diperkuat,” ujarnya.
Baca Juga
1 Tahun Prabowo, ATR/BPN Catat Nilai Ekonomi Tambahan Rp 1.021 Triliun dari Pendaftaran Tanah
Presiden Prabowo, lanjutnya, telah memerintahkan agar koordinasi komunikasi antar kementerian/lembaga diperkuat dengan dukungan Kantor Staf Presiden (KSP).
Di tingkat global, Presiden Prabowo menunjukkan kemampuan diplomasi ekonomi yang kuat dengan menyelesaikan negosiasi Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang mandek bertahun-tahun. Kesepakatan ini membuka akses ekspor lebih luas, termasuk penghapusan hambatan tarif produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit. “Presiden Prabowo punya jaringan luas, dari Donald Trump hingga Emmanuel Macron. Itu membuat posisi tawar Indonesia makin kuat di tengah ketidakpastian global,” ujar Qodari.
Sementara di tingkat akar rumput, pemerintah fokus memperkuat ekonomi rakyat melalui Koperasi Merah Putih dan pemberdayaan UMKM desa. Hingga kini, sekitar 80 ribu koperasi Merah Putih telah berdiri sebagai motor ekonomi lokal. “Presiden ingin rakyat desa jadi produsen, bukan hanya konsumen. Ekonomi rakyat harus tumbuh dari bawah,” tambahnya.

