Geledah Gedung Setjen DPR, Penyidik KPK Bawa 2 Koper dan 1 Ransel
JAKARTA, investortrust.id - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung menggeledah gedung Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/4/2024). Tim penyidik KPK yang keluar dari gedung Setjen DPR sekitar pukul 17.00 WIB terlihat membawa dua koper berwarna merah dan hitam serta sebuah ransel.
Penyidik kemudian memasukkan koper berwarna hitam ke dalam mobil Innova berpelat nomor B 2296 UZW. Sementara, koper berwarna merah dan ransel dimasukkan ke mobil Innova berpelat B 2526 ZJ.
Baca Juga
Tanpa memberikan keterangan apa pun kepada awak media terkait penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK langsung meninggalkan kompleks parlemen.
Sebelumnya, tim penyidik KPK menggeledah ruang Setjen DPR, Selasa (30/4/2024). Penggeledahan ini terkait kasus dugaan korupsi proyek kelengkapan rumah jabatan anggota DPR.
Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri membenarkan adanya penggeledahan tersebut.
"Benar ada kegiatan tersebut dalam rangka pengumpulan bukti perkara yang sedang KPK selesaikan," kata Ali.
Ali belum membeberkan barang bukti yang disita KPK dari penggeledahan ini. Hal ini mengingat proses penggeledahan masih berlangsung.
Baca Juga
Diberitakan, KPK meningkatkan penanganan perkara dugaan korupsi proyek di lingkungan Setjen DPR ke tahap penyidikan. Dugaan korupsi itu terkait proyek furnitur atau mebelair di rumah jabatan anggota DPR.
Dalam proses penanganan perkara di KPK, peningkatan penanganan perkara ke tahap penyidikan diiringi dengan penetapan tersangka. Berdasarkan informasi, terdapat lebih dari dua orang yang dijerat KPK sebagai tersangka dalam kasus ini.
Terkait kasus ini, KPK juga telah meminta Ditjen Imigrasi mencegah tujuh orang bepergian ke luar negeri. Ketujuh orang yang dicegah KPK bepergian ke luar negeri itu, yakni Sekjen DPR Indra Iskandar, Kepala Bagian Pengelolaan Rumjab DPR Hiphi Hidupati, dan Dirut PT Daya Indah Dinamika, Tanti Nugroho. Selain itu, terdapat nama Direktur PT Dwitunggal Bangun Persada, Juanda Hasurungan Sidabutar, Direktur Operasional PT Avantgarde Production, Kibun Roni, Project Manager PT Integra Indocabinet, Andrias Catur Prasetya, dan Edwin Budiman.

