JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,3% secara bulanan, yang antara lain ditopang oleh komponen perawatan pribadi dan jasa lainnya. Komponen ini tercatat mengalami inflasi sebesar 0,65% secara bulanan dengan andil ke inflasi sebesar 0,04%. Selain komoditas emas, inflasi tercatat pada komoditas pensil alis dan koper.

“Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi cukup signifikan adalah emas perhiasan dan nasi lauk, Masing-masing memberikan andil inflasi 0,36% dan 0,06%” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar, di kantornya, Jakarta, Senin (2/12/2024).

Baca Juga

Naik, Inflasi Capai 0,3% November karena Makanan


Berdasarkan data BPS yang diperoleh investortrust.id, komoditas emas perhiasan mengalami inflasi sebesar 2,87% secara bulanan dan 36,32% secara tahunan.

Selain komoditas emas, inflasi juga tercatat pada komoditas pensil alis sebesar 2,52% secara bulanan dan 4,75% secara tahunan. Komoditas lain yang mencatatkan inflasi tinggi yaitu koper, dengan inflasi sebesar 1,26% secara bulanan dan 0,74% secara tahunan. Komoditas sirih juga mengalami inflasi sebesar 0,86% secara bulanan dan 17,44% secara tahunan. 

Baca Juga

Harga Emas Terus Naik 15 Bulan Terakhir


Jika dilihat dari data inflasi tahunan, komoditas semir atau cat rambut juga mencatatkan inflasi tahunan tinggi sebesar 13,06%. Komoditas ini mengalami inflasi bulanan sebesar 0,43%.

"Secara umum, BPS mencatat terjadinya inflasi November 2024 sebesar 0,3% secara bulanan dan 1,55% secara tahunan. Sementara inflasi secara tahun berjalan tercatat sebesar 1,12%," paparnya.

Inflasi 0,3% secara bulanan terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK), dari sebesar 106,01 pada Oktober 2024 menjadi 106,33 pada November 2024.