Walhi Tawarkan Gagasan Ekonomi Nusantara kepada 3 Capres, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menggelar Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2023). Konferensi itu kemudian menghasilkan gagasan ekonomi nusantara yang ditawarkan kepada tiga calon presiden (capres).
Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Zenzi Suhadi menjelaskan gagasan tersebut berdasarkan dua tantangan global yang kini dihadapi masyarakat dunia, yaitu krisis pemanasan global dan krisis ketimpangan ekonomi.
"Ekonomi nusantara adalah ekonomi yang dibangun manusia nusantara yang beradaptasi terhadap alam tanpa merusak atau memodifikasi alam," kata Zenzi saat menyampaikan sambutan.
Baca Juga
Anies Ingin Ganti Food Estate dengan ‘Contract Farming’, Ini Penjelasannya
Dia menegaskan peningkatan produksi bahan pangan tak dilakukan dengan memperluas lahan karena akan menimbulkan kerusakan. Menurutnya, diperlukan konsep ekonomi pertanian vertikal yang mengedepankan efisiensi.
"Misalnya semakin tinggi pohon cengkeh maka produksinya makin meningkat sehingga beberapa waktu ke depan tak butuh luas. Ekosistem itu bisa menghasilkan corak ekonomi berbeda," katanya.
Zenzi mengungkapkan, Indonesia sebenarnya memiliki 77 jenis komoditas ekspor yang bernilai tinggi dan sudah diperdagangkan sejak beribu tahun silam. Puluhan komoditas itu yang memicu sejumlah negara di Eropa berperang untuk memperebutkannya.
"Kami tak mau menyatakan pembangunan ekonomi ngawur atau gagal, tetapi dirumuskan dengan kegagalan memahami potensi alam dan rakyat. Ekonomi nusantara jadi jalan bagi negara kalau mau kembalikan kepada rakyat," tuturnya.
Baca Juga
Anies Ingin Buat Lembaga Khusus Tangani Perubahan Iklim jika Terpilih, Ini Alasannya
Ia pun heran komoditas-komoditas khas nusantara tak diurus negara setelah kemerdekaan. Berdasarkan data yang dimiliki Walhi, ada US$ 9 miliar yang dinikmati sejumlah negara lain dari komoditas penting tersebut. Dari angks itu, hanya 1% yang dinikmati Indonesia.
"Komoditas ini salah satu penyangga ekonomi Indonesia saat krisis ekonomi 1998. Setiap komoditas, uangnya langsung dirasakan oleh masyarakat, beda dengan sawit dan tambang yang uangnya tak datang ke kampung produsen. Kalau mau lihat negeri sejahtera dan adil, kembali ekonomi nusantara," tutupnya.
Gagasan ekonomi nusantara itu merupakan salah satu dari lima poin hasil kesepakatan dalam konferensi tersebut. Poin-poin kesepakatan itu diserahkan kepada tiga capres Pemilu 2024, yakni Anies Baswedan yang hadir dalam pertemuan itu serta perwakilan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto yang berhalangan hadir. (CR-14)

