Walhi Saran Anggaran Food Estate Dipakai untuk Danai Fasilitas Pertanian
JAKARTA, Investortrust.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menanggapi debat pilpres keempat dengan beberapa catatan kritis. Manajer Kampanye Hutan dan Kebun WALHI, Uli Arta Siagian menyebutkan, WALHI meng-highlight anggaran food estate yang dipersiapkan di tahun 2024 dengan jumlah yang cukup besar yaitu Rp180 triliun.
“Kami mencatat Rp1,9 triliun anggaran untuk food estate di tahun 2020-2021, Rp4,1 triliun untuk anggaran 2023. Sementara itu di tahun 2024 nanti sudah dipersiapkan anggaran sebesar Rp180 triliun untuk food estate,” ungkap Uli dalam media briefing di Kantor Eksekutif WALHI, Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Ia menekankan, anggaran sebanyak triliunan itu lebih baik untuk menyokong fasilitas atau sarana-prasarana petani.
Baca Juga
Cak Imin dan Mahfud MD Kompak Sebut Food Estate Proyek Gagal, Ini Komentar Mentan Amran
“Andaikan saja anggaran sebesar ini diberikan kepada petani untuk mengembangkan sarana-prasarana yang menunjang pertanian mereka, ini bisa menyumbang sangat besar untuk pangan (nasional) kita. Tetapi ini tidak dilakukan (pemerintah), begitu,” lugas Uli.
Walhi juga menyoroti konflik kepentingan antara pemerintah dengan perusahaan pengelola food estate yaitu PT Agro Industri Nasional (Agrinas).
“Selain anggaran, disinyalir ada konflik kepentingan antara Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam bisnis food estate Gunung Mas. Kita tahu bahwa PT Agro Industri Nasional (Agrinas) adalah perusahaan yang mengelola food estate di Kabupaten Gunung Mas, dan perusahaan ini adalah perusahaan binaan Kementerian Pertahanan dan Keamanan,” jelas Uli. (CR-3)

