Rektor Paramadina: Kita Harus Kembalikan ‘Rule of Law’, Bukan ‘Rule by Law’
JAKARTA, investortrust.id - Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini mengatakan selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo telah terjadi perubahan signifikan dalam arah demokrasi. Didik menyebut, demokrasi yang ada dijalankan secara terpusat.
“Demokrasi dimainkan semau gue. Peraturan, karena itu dikenal bukan rule of law tapi rule by law,” kata Didik saat diskusi yang digelar Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) secara daring, Minggu (21/4/2024).
Didik mengatakan dalam alam demokrasi saat ini, hukum diubah seolah tidak melanggar aturan. Ini karena perubahan itu seolah-olah mendapat persetujuan dari mayoritas publik.
“Jadi publiklah yang menjadi pendorong dari demokrasi. Sementara itu kelompok intelektual yang ingin membangun demokrasi dengan rasional, elegan, dan modern tidak mendapat tempat,” kata dia.
Baca Juga
Jelang Putusan MK, Peneliti LP3ES: Apapun Hasilnya, ‘the Damage Already Done’
Untuk itu, Didik berharap pada masa mendatang terbangun rule of law system dan check and balances, serta perilaku dari publik yang sadar terhadap demokrasi. “Bukan behaviour satu orang, yang tampak bagus demokratis tapi ternyata selama 10 tahun kita tertipu,” ujar dia.
Direktur Eksekutif LP3ES, Fahmi Wibawa mengatakan, dalam pemerintahan ke depan tugas berat yang dihadapi kelompok sipil yaitu mengembalikan khittah demokrasi dan distribusi kekuatan negara. Dia mengatakan ini upaya mengembalikan demokrasi pada khittah-nya diperlukan, karena ancaman kebebasan berdemokrasi kian nyata.
“Sekarang ini (demokrasi) dikerdilkan dengan cara menguasai perangkat atau aparat negara oleh pemerintah,” kata Fahmi.
Fahmi berharap elemen masyarakat juga bisa mengembalikan perangkat negara seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, dan penegak hukum lain ke marwahnya. Sebab, dia menganggap selama sepuluh tahun Jokowi memimpin aparatur negara telah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pemimpin negara.
“Jadi kami, LP3ES melalui diskusi ini kita kembali lagi ada harapan di tengah terjun bebas demokrasi, kita semoga masih ada asa yang membuka lentera peradaban kita,” kata dia.

