LSI Ungkap Keuntungan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap keuntungan yang dimiliki capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Salah satunya, ceruk pemilih Prabowo-Gibran lebih besar dibanding capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
"Salah satu keuntungan dari paslon 02 (Prabowo-Gibran) adalah dia kalau disederhanakan ibarat ada tiga kutub kan, tiga calon, paslon 02 itu berada di tengah-tengah jadi dia bisa ke kanan dan bisa ke kiri. Kanan-kiri oke," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam Diskusi Konvergensi bertajuk "Pilpres Satu Putaran, Mungkinkah?" di kantor Investortrust.id, The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Baca Juga
LSI Yakin Partisipasi Pemilih Muda di Pilpres 2024 Tetap Tinggi
Dipaparkan Djayadi, basis utama pemilih Anies-Cak Imin adalah para pemilih anti-Jokowi. Pemilih tersebut pada Pilpres 2019 berada di kubu Prabowo. Meski sebagian telah beralih ke Anies-Cak Imin, Prabowo memiliki basis pemilih sendiri yang tercermin dari elektabilitas Partai Gerindra. Selain itu, Prabowo juga mendapat limpahan suara dari pemilih Jokowi di Pilpres 2019 yang bukan pemilih PDIP.
"(Pemilih) Ganjar itu adalah para pemilih PDIP dan para pemilih Jokowi yang non-PDIP. Yang PDIP-nya memang enggak bisa ditarik tetapi yang bukan PDIP karena partai-partai non-PDIP berada di kubu Prabowo bisa ditarik sama Jokowi. Itu yang kemudian membuat 02 menjadi lebih diuntungkan," katanya.
Baca Juga
Parpol Pendukung Anies dan Ganjar Bisa Jegal Prabowo Menang 1 Putaran
Dengan ceruk pemilih yang luas, Prabowo-Gibran bisa menggunakan berbagai strategi untuk menjaring pemilih. Apalagi, Prabowo-Gibran memiliki logistik yang memadai.
"Kalau strategi pilihan yang lebih banyak itu dibarengi dengan kekuatan modal yang cukup besar yang tentu match kan. Itu kan TSM itu terstruktur, sistematif, dan massif. Bukan TSM dalam arti kecurangan ya, tetapi dalam arti positif dalam arti gerakan itu kan memerlukan modal yang besar, logistik yang besar dan mereka punya ceruk pasar yang besar itu," katanya.

