LSI Yakin Partisipasi Pemilih Muda di Pilpres 2024 Tetap Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Survei Indonesia (LSI) meyakini partisipasi pemilih muda pada Pilpres 2024 tetap tinggi seperti pemilu sebelumnya. Diketahui, jumlah pemilih muda di Pemilu 2024 yang terdiri dari generasi Z dan milenial sekitar 113,6 juta atau 55,4% dari total jumlah pemilih, yakni 204,8 juta. Namun, sebagian kalangan khawatir para pemilih muda enggan menggunakan hak pilihnya dan datang ke tempat pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan menjelaskan alasannya tidak khawatir dengan partisipasi pemilih muda. Dikatakan, berdasarkan data, partisipasi pemilih di Pilpres 2019 mencapai angka 81%. Dalam sejumlah survei yang dilakukan LSI, para pemilih muda sudah mengetahui jika pemilu adalah hak dan bukan kewajiban.
"Mereka tahu itu bukan kewajiban, tetapi hak dan ketika ditanya kalau itu hak mengapa Anda datang untuk memilih? Karena dia merasa namanya pemilu itu berkaitan dengan nasib bangsa ini dan perbaikan nasib dia," kata Djayadi dalam Diskusi Konvergensi bertajuk Pilpres 2024 Satu Putaran, Mungkinkah?" di kantor Investortrust.id, The Connvergence Indonesia, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Baca Juga
Aktivitas Medsos Terkait Pilpres Tak Signifikan Bantu Elektabilitas
Dikatakan, Djayadi dominasi angka pemilih muda sudah terjadi pada Pemilu 2014 dan 2019. Dalam dua pemilu itu, tingkat partisipasi generasi muda tidak berbeda jauh dengan pemilu yang lebih tua.
Untuk itu, Djayadi memprediksi tingkat partisipasi pemili Pilpres 2024 tidak jauh berbeda dengan pemilu sebelumnya. Djayadi mengatakan, cukup sulit saat ini untuk mencapai angka partisipasi 90% seperti yang terjadi pada era Orde Baru. Hal ini mengingat saat itu, terjadi mobilisasi pemilih. Apalagi, terdapat sejumlah hari libur yang berdekatan dengan hari pemungutan suara Pemilu 2024/
"Tahun ini sama atau lebih naik sedikit dugaan saya tidak akan berbeda jauh ya karena memang agak susah mencapai 90% kayak Orde Baru," katanya.
Baca Juga
Kelompok Pemilih Ini Jadi Kunci Pilpres 2024 Berlangsung 1 atau 2 Putaran
Menurutnya, angka partisipasi masyarakat Indonesia saat lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara. Bahkan, pemilu di Amerika Serikat (AS) tingkat partisipasinya masih di bawah 50%.
"Ini sudah sangat bagus. Di Amerika itu angka partisipasinya seringkali cuma 41% atau 45%. Zaman (Barack) Obama itu sampai 47% atau 48%, tettapi tidak sampai 50-an. Kita 80%," paparnya.

