Surya Paloh Sebut Hak Angket Pemilu 2024 Sudah Tidak Relevan
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menilai wacana hak angket terkait Pemilu 2024 yang sempat bergulir beberapa waktu lalu sudah tidak relevan dengan situasi politik saat ini atau tak lagi up to date. Hal ini disampaikan Surya Paloh seusai MK memutuskan menolak permohonan sengketa hasil Pilpres 2024 yang diajukan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.
Meski demikian, Surya Paloh menyatakan Partai Nasdem tidak akan menghalangi jika anggota DPR atau partai politik lainnya masih menghendaki dan memperjuangkan hak angket itu.
“Progress perjalanan waktu sebetulnya menunjukkan hak angket sudah tidak up to date lagi untuk kondisi hari ini. Itu menurut Nasdem. Dan, satu proses perjalanan minute by minute, jam by jam, waktu ke waktu, hari ke hari, saya melihat esensi keberadaan hak angket sudah jauh dari harapan bersama,” kata Surya Paloh dikutip dari Antara, Senin (22/4/2024).
Baca Juga
Surya Paloh mengatakan, Nasdem berkeyakinan waktu dan momentum untuk hak angket sudah tidak tepat lagi.
“NasDem menyatakan timeframe-nya tidak tepat lagi. Saya harus katakan itu,” katanya.
Sebelumnya, Surya Paloh menyebut Nasdem masih akan mengevaluasi usulan hak angket. Hal itu disampaikan Surya Paloh seusai KPU menetapkan hasil Pilpres 2024 pada 21 Maret 2024 lalu.
“Concern Nasdem itu kepentingan nasional. Berulang kali saya katakan di mana saja, persatuan nasional itu di atas kepentingan pemilu ini sendiri, apalagi hak angket. Jadi, kami serahkan kepada kawan-kawan yang ingin meneruskan hak angket, tentu Nasdem amat sangat menaruh rasa simpati dan respek itu berjalan. Bagaimana sikap Nasdem? Kami akan evaluasi," katanya.
Baca Juga
Surya Paloh Tegaskan Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024 Final dan Mengikat
Surya Paloh menyebut Nasdem bukan partai yang memiliki kursi mayoritas atau partai dengan suara terbanyak di DPR.
"Jadi, partai dengan jumlah perolehan suara yang tidak nomor satu pada Pemilu 2024, bolehlah ikut lihat-lihat dulu pada partai yang mendapatkan kursi paling banyak," kata Surya Paloh.
