Bisik-bisik Jokowi ke Ketua DKPP soal Pemilu 2024: Berani dan Tegas Awasi KPU-Bawaslu
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku membisiki Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito mengenai penyelenggaraan Pemilu 2024. Jokowi meminta DKPP untuk berani dan tegas dalam mengawasi dan mengontrol kerja KPU dan Bawaslu.
"Tadi bisik-bisik di ruang tunggu saya sampaikan kepada Ketua DKPP, karena kan tugasnya memang mengawasi dan mengontrol KPU dan Bawaslu klo di daerah dibantu tim pemeriksa daerah. Ya memang harus berani mengontrol, tegas, mengawasi kalau ada yang tidak benar berani meluruskan," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rakornas Penyelenggara Pemilu yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (7/11/2023).
Jokowi mengakui, Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi yang sangat besar. Jumlah TPS di Pemilh 2024 mencapai 840.000. Untuk itu, tantangan yang dihadapi sangat besar. Untuk itu, Jokowi mengatakan, tugas penyelenggara tidak mudah dalam memastikan Pemilu 2024 berjalan akuntabel dan berintegritas. Selain itu, penyelenggara juga bertugas mewujudkan kontestasi yang berkualitas, damai, dan sejuk serta tanpa hoax dan ujaran kebencian.
Baca Juga
"Sehingga kontestasi ini bisa menghasilkan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi bangsa kita serta tentu saja proses dan hasil yang legitimate dan terpercaya," katanya.
Namun, Jokowi meyakini tidak mudah mengintervensi pelaksanaan pemilu di Indonesia. Ditekankan, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Bawaslu, tetapi juga para saksi dari parpol dan masyarakat.
"Di setiap TPS itu ada saksi partai-partai, semua TPS ada saksi-saksi dari partai-partai, belum lagi ada aparat yang ada di dekat TPS. Artinya apa? Pemilu ini sangat terbuka, bisa diawasi oleh siapa saja, oleh masyarakat, oleh media, dan lain-lain. Jadi jangan ada yang mencoba-coba untuk mengintervensi karena jelas sangat-sangat sulit," katanya.
Baca Juga
KPU Tetapkan Daftar Calon Tetap Anggota DPR di Pemilu 2024 Sebanyak 9.917 Orang

