Hasil Coblos 43,58% TPS di Indonesia telah Direkam Sirekap
JAKARTA, Investortrust.id - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengumumkan penghitungan suara di seluruh TPS telah resmi usai pada Kamis (15/2/2024) pukul 12.00 WIB. Sejatinya, menurut Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari, penghitungan suara sudah harus selesai pada hari yang sama dengan pemungutan yaitu 14 Februari 2024 pukul 23:59 WIB.
"Dalam hal penghitungan suara di TPS belum selesai, itu dapat dilanjutkan dalam waktu 12 jam ke depan, sehingga dapat dilanjutkan sampai tanggal 15 Februari 2024 atau hari ini sampai dengan jam 12.00, penghitungan suara secara waktu sudah selesai," jelas Hasyim kepada awak media di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis (15/2/2024).
Hasyim menambahkan publik dapat memantau real count KPU melalui platform Sirekap. Hingga Kamis (15/2/2024) pukul 15.50 WIB, hasil coblos 43,58% TPS di seluruh Indonesia telah direkam melalui platform Sirekap.
Baca Juga
"Setidak-tidaknya sampai sekarang, saya kira kita sama-sama bisa memperhatikan. Sampai dengan jam 15.50 WIB untuk publikasi Sirekap terhitung sampai 15 Februari 2024 jam 15.30 23 detik WIB, progresnya adalah yang sudah diunggah 358.775 dari 823.236 TPS atau setara dengan 43,58%."
Meski demikian Hasyim mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam memaksimalkan real count, salah satunya pada platform Sirekap itu sendiri.
"Jadi, pada prinsipnya unggahan formulir C hasil Plano yang ada di TPS tetap kita lanjutkan melalui Sirekap. Hanya saja untuk yang konversi konversi yang kebetulan sistem membacanya kurang akurat atau kurang tepat, nanti akan dilakukan koreksi. Supaya sesuai dengan formulir yang diunggah,"
Hasyim juga memastikan KPU tetap bekerja dengan integritas penuh tanpa memihak salah satu peserta pemilu tertentu. Ia menyebut, Sirekap menjadi salah satu bukti upaya KPU melakukan transparansi kinerja kepada publik.
"Tidak ada niat manipulasi, tidak ada niat untuk mengubah hasil suara, karena pada dasarnya formulir C1 hasil yang plano diunggah apa adanya, sebagaimana situasi yang diunggah oleh teman-teman KPPS itu bisa kita monitor, bisa kita saksikan bersama-sama," imbuhnya.

