Timnas Amin Duga Permintaan Maaf Prabowo di Debat Capres Terkait Putusan DKPP
JAKARTA, investortrust.id - Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) atau Timnas Amin menduga permintaan maaf yang disampaikan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam debat kelima Pilpres 2024 atau debat terakhir capres terkait dengan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Diketahui, DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Ketua KPU, Hasyim Asy'ari dan enam komisioner KPU lainnya terkait pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
"Saya sekarang ngomongin (debat) semalam ya, saya menduga kenapa Pak Prabowo meminta maaf kepada semua plus KPU, karena hari ini, barusan DKPP mengeluarkan sanksi keras kepada tujuh komisioner KPU terutama ketua KPU Hasyim Asy'ari sanksi etika karena menerima pendaftaran Pak Gibran sebagai cawapres. Walaupun tidak mengubah apa-apa dalam pencalonan, tetapi saya mikir, 'oh mungkin semalam sudah kedengaran kali bisik-bisik bahwa besok (hari ini) kena sanksi berat'," kata Wakil Deputi Milenial dan Gen Z Timnas Amin Lathifa Al Anshori dalam diskusi "Presiden Pilihan Zilenial" di kantor Investortrust, The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin, (05/02/2024).
Baca Juga
DKPP Putuskan Ketua KPU Langgar Etik Terkait Pendaftaran Gibran sebagai Cawapres
Lathifa mengakui putusan DKPP tidak mengubah pencalonan Gibran. Namun, putusan itu menjadi alarm terkait kecurangan di Pilpres 2024. Hal ini mengingat seluruh komisioner KPU terbukti melanggar etik karena tidak mengubah aturan terkait persyaratan capres-cawapres setelah putusan MK tetapi menerima pendaftaran Gibran sebagai cawapres.
"Tentu menjadi momen-momen, masa-masa yang memberikan alarm, terus waktu nanti perhitungan suara bagaimana? Apa yang membuat para komisioner ini, menerima pendaftaran? Apa yang membuat mereka yakin mengambil taruhan tersebut?" kata Lathifa.
Untuk itu, Lathifa mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024. Selain itu, Lathifa juga mengajak masyarakat mengawal proses Pilpres 2024 hingga tuntas.
"Kita harus sama-sama datang ke TPS, ini adalah kekuataan rakyat. Saatnya rakyat menunjukkan penilaiannya dan mengawal agar hasilnya adil dan benar," tegasnya.
Pemimpin Redaksi Investortrust, Primus Dorimulu (paling kanan) berdiskusi dengan tiga wakil dari masing-masing capres saat pengambilan gambar untuk podcast dengan tema Presiden Pilihan Zilenial di kantor Investortrust, The Convergence Indonesia, Kuningan, Jakarta, Senin, (05/02/2024). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Baca Juga
Ada Long Weekend Jelang Pilpres 2024, Timnas Amin Yakin Gen Z dan Milenial Tetap ke TPS
Lathifa menyatakan, Timnas Amin berharap tidak ada kecurangan di Pilpres 2024 hingga menimbulkan kekacauan. Ditekankan, kekacauan pemilu akan merugikan Indonesia.
"Contohnya, investor-investor luar negeri akan merasa tidak aman dengan indonesia, ketika melihat indonesia kurang aman, 'uangnya saya tarik dulu'. Ketika uang itu ditarik maka kesempatan kerja di kantor-kantor seperti start up akan dikurangi karena pemilu di mana pun menentukan posisi politik sebuah negara. Jadi di situ kita mengatakan kepada anak-anak muda, ingat, ini adalah momen penentu. Kalau ini aman maka kita bisa memastikan ke depannya kesempatan itu terjaga," katanya.

