Denny Indrayana Cs Gugat Ijazah Gibran, Sekjen PSI: Manuver Politik Tak Beradab
JAKARTA, investortrust.id - Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyatakan permohonan perselisihan hasil Pilpres 2024 yang mempersoalkan syarat pencalonan Gibran Rakabuming Raka merupakan manuver politik tak beradab. Raja Juli mengingatkan politik yang beradab seharusnya dikedepankan di tengah dunia modern yang serba terbuka saat ini.
"Saya kira kita sekarang hidup di dunia modern yang serba transparan ya, dan politik yang beradab perlu dikedepankan. Jadi, saya kira ini adalah manuver-manuver politik yang enggak beradab ya,” kata Raja Juli di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga
KPU Nilai Gugatan Denny Indrayana Cs soal Ijazah Gibran sebagai Upaya Pemakzulan
Diberitakan, mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya dengan Bambang Widjojanto sebagai salah satu kuasa hukum mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden 2024 yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres. Dalam gugatan dengan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 itu, para pemohon mempersoalkan penerapan Pasal 169 huruf r Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur persyaratan pendidikan calon presiden dan wakil presiden. Kuasa hukum pemohon mendalilkan persyaratan pendidikan tersebut wajib dipenuhi sejak pendaftaran dan penetapan pasangan calon.
Raja Juli mengaku heran masih ada pihak yang mempersoalkan permasalahan remeh. Sebelumnya, terdapat pihak yang mempersoalkan keabsahan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Raja Juli menyebut bukan tidak mungkin, keluarga Jokowi lainnya akan menjadi sasaran manuver politik tak beradab berikutnya. Termasuk, sang adik Gibran yang juga Ketua Umum PSI Kaesang Pangerap atau bahkan sang anak, Jan Ethes.
“Hari ini Mas Gibran, mungkin besok Mas Kaesang, mungkin lusa jadi ijazah Jan Ethes. Jan Ethes gitu ya,” katanya.
Baca Juga
Jokowi Mulai Keliling Indonesia Hari Ini, Kenakan Topi dan Kemeja PSI Menuju Lampung
Raja Juli menekankan, manuver politik tersebut kontradiktif dengan kondisi nasional saat ini. Apalagi, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang bekerja keras menangani berbagai bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sekarang ini kita sedang mengalami karhutla, Pak Presiden sekarang sedang sibuk menata bangsa ini, masa masih diurus hal-hal yang remeh-temeh ya,” katanya.
