Prabowo Perintahkan Dirjen Bea Cukai Perketat Pengawasan di Perbatasan dan Pesisir
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Djaka Budi Utama dan jajaran DJBC memperketat pengawasan di kawasan perbatasan dan wilayah pesisir untuk mencegah penyelundupan barang ilegal.
Hal itu disampaikan Djaka seusai menghadap Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga
Bea Cukai Ungkap Impor Ilegal Beras, Garam, dan Pakaian Bekas Senilai Rp 27 Miliar
Djaka mengungkapkan Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran Bea Cukai memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk perairan dan darat dari penyelundupan barang ilegal.
"Dipanggil disuruh memperketat perbatasan dan wilayah pesisir. Itu saja. Dari penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang yang dilarang," kata Djaka.
Djaka membeberkan sejumlah komoditas yang menjadi prioritas pengawasan ketat. Beberapa di antaranta, peredaran gelap narkoba, impor pakaian bekas, dan penyelundupan barang terlarang lainnya.
Menindaklanjuti instruksi Prabowo itu, Djaka menyatakan, Bea Cukai akan memperkuat armada sarana operasi sekaligus menambah satuan tugas (satgas) di lapangan. Salah satu titik strategis yang diprioritaskan yakni jalur perairan di sepanjang Selat Malaka.
"Ya di sepanjang laut Selat Malaka kan kita ada pangkalan sarana operasi kan, di situ kita ada beberapa, ada sekitar hampir 100 lebih kapal ya, nanti kita akan berdayakan semua. Tapi semuanya itu tergantung anggaran yang ada," tegasnya.
Baca Juga
Menkeu Suahasil Beri Pesan Khusus untuk Ditjen Pajak dan Bea Cukai
Djaka menyebut pengetatan pengawasan tersebut didukung penambahan pagu anggaran yang telah disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPR.
"Kita sudah dikasih penambahan anggaran kemarin pada saat rapat di Badan Anggaran," kata Djaka.
