Replika Makam “RIP Prabowo” Picu Kritik, Dirgayuza: Jangan Kubur Harapan Jutaan Rakyat
Poin Penting
|
Jakarta, Investortrust.id — Aksi sejumlah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menampilkan replika makam bertuliskan “RIP Prabowo” dan “RIP Gibran” menuai kritik. Aksi simbolik tersebut dinilai telah melampaui penyampaian kritik terhadap kebijakan pemerintah karena dapat dimaknai sebagai doa atas kematian Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Replika makam itu ditampilkan dalam aksi bertajuk Pantera atau Perlawanan Anti Tirani Rakyat yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB bersama sejumlah organisasi mahasiswa di kawasan Koin IPB, Kamis (3/9/2026). Para peserta menaburkan bunga dan mengheningkan cipta di depan replika makam sebagai bagian dari pertunjukan simbolik untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintahan.
Baca Juga
Pimpin Rapat di Hambalang, Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
Menanggapi aksi tersebut, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan menilai para mahasiswa mungkin belum mengetahui berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo untuk menjawab persoalan mendasar masyarakat. Menurut dia, dalam waktu relatif singkat pemerintah berupaya menghadirkan negara bagi rakyat sejak masih dalam kandungan hingga usia lanjut.
“Mahasiswa berhak mengkritik dan pemerintah wajib mendengar. Namun, sebelum menguburkan harapan, lihatlah jutaan harapan yang sedang dihidupkan,” kata Dirgayuza dalam pernyataannya melalui media sosial, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Dirgayuza memaparkan, perhatian pemerintah dimulai dari pemberian makan bergizi gratis (MBG) bagi ibu hamil, balita, dan siswa sekolah. Pemerintah juga menjalankan pemeriksaan kesehatan gratis serta menjamin biaya kesehatan sekitar 96,8 juta masyarakat kurang mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional atau PBI JKN.
Di bidang pendidikan dan perlindungan sosial, jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah diperluas, demikian pula bantuan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, dan anak yatim. Pemerintah juga membangun Sekolah Rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi serta menghadirkan MagangHub bagi lulusan perguruan tinggi, baik sarjana maupun diploma.
Di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah, pemerintah, menurut Dirgayuza, tetap menjaga harga bahan bakar minyak bersubsidi, tarif listrik, dan LPG agar tidak menambah beban masyarakat. Program renovasi rumah juga diperbesar, sedangkan akses terhadap kredit pemilikan rumah dengan biaya terjangkau terus dipermudah.
Baca Juga
Dirgayuza mengatakan berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo membuka jalan keluar atas persoalan bangsa yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Sejumlah langkah itu dihimpun dalam buku Presiden Solusi, yang pada awal peluncurannya mendokumentasikan 108 solusi dan kini disebut telah berkembang menjadi lebih dari 120 solusi.
Dalam sektor pertanian, pemerintah menyederhanakan aturan penyaluran pupuk dan menaikkan harga pembelian pemerintah untuk gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Dirgayuza juga menyoroti kenaikan nilai tukar petani yang disebut mencapai posisi tertinggi dalam sejarah, keberhasilan mencapai swasembada delapan komoditas pangan, serta cadangan beras pemerintah yang menembus 5 juta ton.
Sementara itu, penerapan mandatori biodiesel B50 ditargetkan dapat menghentikan impor solar. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menghemat devisa hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional.
Dirgayuza mengakui, pemerintah tidak pernah menyatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah diselesaikan. Dalam pidatonya pada 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo juga secara terbuka menyebut masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Namun, menurut Dirgayuza, pemerintah kini telah menetapkan jalan penyelesaian beserta tenggat waktunya.
Seluruh sekolah yang rusak, misalnya, ditargetkan selesai direnovasi paling lambat pada 2029. Pemerintah juga merencanakan pembangunan atau revitalisasi sekitar 400 rumah sakit umum daerah agar setiap kabupaten dan kota memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Pada periode yang sama, sebanyak 10.000 puskesmas ditargetkan selesai diperbaiki dan dimodernisasi.
Pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten memiliki Sekolah Rakyat permanen dan terintegrasi paling lambat pada 2029. Sekolah itu akan dilengkapi ruang kelas, asrama, makanan bergizi, komputer, tenaga pendidik, serta lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Dirgayuza menegaskan bahwa kebebasan mahasiswa menyampaikan kritik harus tetap dihormati sebagai bagian dari demokrasi. Namun, kritik tersebut diharapkan disusun berdasarkan data, capaian, dan evaluasi kebijakan secara objektif, bukan melalui simbol yang dapat dipersepsikan sebagai harapan atas kematian pemimpin negara.
“Mungkin mereka, mahasiswa IPB, belum tahu. Semoga setelah mengetahui, mereka mengoreksi dengan data, bukan mendoakan kematian Presiden yang bekerja tulus untuk rakyat,” ujar Dirgayuza.
